Bagi yang belum menyaksikan berita RCTI tentang kasus pemukulan STTD saya rasa bisa tetap memonitor siaran berita RCTI karena biasanya pasti diulang lagi dalam setiap acara Siaran Berita setiap jamnya.
Hardjo ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----- Original Message ----- From: cbn To: [email protected] Sent: Wednesday, March 07, 2007 8:02 AM Subject: WAJIB MILITER & KASUS PEMUKULAN DI STTD. Rekan rekan FPK Sebenarnya issue WAJIB MILITER ini saya lah yang pertama kali melontarkan kasus ini dalam milis ini. Sebelumnya saya menyadari bahwa kasus ini pasti akan menuai PRO dan KONTRA. Saya tidak tahu apakah yang PRO itu berapa umurnya saat ini dan apakah pernah mengalami WAMIL sebelumnya? Perlu saya jelaskan sekali lagi bahwa saat ini saya sudah pernah mengalami menjalani WAMIL ditahun 1966. Atau istilah kerenya adalah saya adalah salah seorang PELAKU SEJARAH!!! Saat itu umur saya masih 18 th dan saya menjalani dan rasa bersemangat sesuai dengan indoktrinasi pemerintah Orba waktu itu untuk Bela Negara. Saya enjoy sekali menjalani WAMIL itu. Saya senang sekali menjalani WAMIL saat itu dan merasakan bagaimana menjadi salah satu dari apa yang kami namakan sendiri bahwa kami adalah "cowboy kampus". Kami harus menghormat rekan rekan kami sendiri jika kami sudah memakai seragam kami bagaikan seorang tamtama menghormat perwira. Bagi yang ortu atau temannya punya senjata maka banyak yang membawanya kekampus sekedar pamer bahwa "hati hati dan jangan main main dengan mereka loo". Bahkan saat itu ada juga yang membawa AR-16 suatu senjata cikal bakal apa yang sekarang dinamakan M-16 dan sejenisnya. Kami saat itu berlatih menggunakan senjata Gerund yang beratnya minta ampun dan berbagai senjata seperti pistol 4,5. Lumayan bisa merasakan menembak dengan senjata beneran dan merupakan peristiwa menyenangkan sepanjang hidup kami sampai saat ini. Kita yang dari universitas negeri lebih bangga dari universitas swasta karena lambang diseragam kita menggunakan badge HANKAM yang berarti lebih tinggi dari universitas swasta yang badgenya dari KODAM. Tapi seperti saya sudah tulis bahwa saat itupun saya dan banyak rekan saya lainnya yang menanyakan "apa perlunya sih WAMIL ini?". Saya yakin juga bahwa banyak rekan saya lainnya yang menjalani WAMIL saat itu juga menyatakan perlunya menjalani WAMIL dengan versinya masing masing. Jadi saat itu juga ada yang PRO dan KONTRA. Tapi saya yakin saat itu yang PRO maka saat ini pasti banyak juga berbalik menjadi KONTRA dengan idee WAMIL. Memang yang KONTRA pun sah sah saja dalam alam demokrasi ini yang bisa kita plesetkan jadi "democracy" ini. Tapi pagi ini saya terkejut menyaksikan berita di RCTI bahwa ada kasus pemukulan di STTD Bekasi yang akan dibawa kepengadilan karena ada seorang siswanya yang mati karena kasus pemukulan seniornya. Sama seperti kasus pemukulan siswa SPDN (Sekolah Pemerintahan Dalam Negeri) bbrp tahun lalau. Saya baru tahu kalau ada Sekolah Tinggi Transporatasi Darat yang seragamnya dan disiplinnya seperti militer. Memang membanggakan melihat mereka berlatih ala militer. Membanggakan melihat mereka berjalan keluar kampus dengan tegap dan saling menhormat ala militer. Tapi dari video yang ditayangkan terlihat seniornya melatih uji phisik juniornya seperti militer dengan memukul ke ulu hati diperut secara berkali kali seolah olah menyatakan bahwa siswa STTD adalah punya "tenaga dalam" yang tahan terhadap pukulan seperti itu. Saya yakin bahwa pasti ada korban juga sebelumnya dan cuma belum terekspose seperti saat ini. Memang yang PRO akan mengatakan bahwa ini khan ekses negatif saja dan tidak bisa dikatakan bahwa tidak semua siswa STTD seperti itu. Tapi saya yakin masih banyak sekolah sekolah lainnya yang menanamkan disiplin ala militer dan kelakuannya "ya gitu gitu juga". Dari namanya saja yang mengenai TRANSPORTASI DARAT maka saya heran apa perlunya disiplin ala militer. Apa sih job descriptionnya lulusan STTD? Sekali lagi saya berpendapat bahwa memang disiplin itu perlu. Bela Negara itu perlu. Tapi pertanyaannya apakah dengan kondisi keuangan negara yang seperti saat ini, sudah perlu mengadakan WAMIL. Apakah negara kita punya banyak uang untuk WAMIL? Apakah segala bencana alam tidak memerlukan banyak duit? Apakah kita hanya mengharapkan sumbangan negara asing saja jika terjadi bencana alam dan kejadian kejadian lainnya? Kita tidak bisa ikut ikut negara lain yang mewajibkan WAMIL. Korea Selatan mungkin mewajibkan WAMIL karena ada kepentingan dimana salah satunya untuk perang dengan Korea Utara. Amerika mewajibkan WAMIL (pertanyaan untuk rekan rekan di US, apakah WAMIL saat ini masih ada di USA?) karena ambisinya untuk menjadi Polisi Dunia, Singapore mewajibkan WAMIL mungkin karena ada kekuatiran dengan negara negara tetangganya diutara, barat, timur dan selatannya. Kalau Indonesia, apa perlunya WAMIL? Negara mana yang mau kita serang atau yang mau menyerang kita? Kalau untuk kasus Ambalat dengan Malaysia atau kasus lainnya dengan Singapore, saya yakin 200% bahwa TNI meskipun dengan senjata minim masih sanggup menghadapinya. "Enteng" kata orang Jakarte. Kalaupun perlu nanti pasti rakyat akan berbondong bondong mendaftarkan diri jika Pemerintah menyatakan perlu nya tenaga rakyat sipil untuk menyerbu Malaysia. Kalau untuk mendisiplinkan rakyat Indonesia sebenarnya kita ini sudah "disiplin" tapi lingkungan yang menjadikan kita "tidak disiplin". "Memang itu habitat kita" kata orang kite. Buktinya begitu kita tiba di Singapore maka detik itu juga langsung "disiplin" dan begitu kita kembali ke Indonesia maka detik itu juga kita kembali ke "habitat" kita masing masing. Yang hobi merokok langsung merokok begitu keluar pesawat. Hayo, siapa yang menyatakan "tidak setuju" dengan ilustrasi saya ini???????? Kembali jika WAMIL jadi diterapkan juga di Indonesia maka saya hanya bisa berkomentar bahwa saya bangga bahwa negara kita masih punya banyak dana untuk WAMIL. Bersiap siaplah untuk menjadi WAMIL dari sekarang. Hardjo Mantan TAMTAMA CADANGAN SEUMUR HIDUP.
