http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0703/08/074357.htm ====================
JAKARTA, RABU -- Anggota Komisi V (bidang perhubungan dan telekomunikasi) DPR Sumaryoto prihatin dengan musibah terbakarnya pesawat Garuda di Yogyakarta, namun juga bersyukur karena ia dan keluarganya terhindar dari musibah itu setelah memutuskan untuk membatalkan penerbangan dengan pesawaat naas itu. Sumaryoto yang mantan Wakil Ketua Komisi V DPR di Gedung Parlemen di Senayan Jakarta, Rabu (7/3) menyatakan, dengan terjadinya musibah kecelakaan pesawat di Yogyakarta tersebut, keluarga merasa sedih tetapi sekaligus bersyukur. Sedih karena dia melihat banyaknya korban yang jatuh, sementara bersyukur karena dia dan keluarga membatalkan rencana semula untuk naik pesawat tersebut. "Sesuai rencana, Rabu pagi saya bersama keluarga mau ke Yogya, tapi nggak tahu apa sebabnya, tiba-tiba rencana itu saya batalkan dan baru akan berangkat Kamis besok (hari ini-red)," katanya. Sumaryoto menjelaskan, beruntunnya musibah pesawat udara belakangan ini karena kontrol terhadap kesehatan pesawat sangat lemah. Uji kelayakan laik terbang hanya formalitas dan tidak diteliti secara cermat. Bisa dikatakan, penelitiannya hanya sekadar tanda tangan formulir. "KIR pesawat bisa diduitin, uji kelaikan terbang bisa dibeli. Semua bisa diatur dengan duit. Kita imbau, ada gerakan perbaikan etika, moral dan budaya di bidang transportasi nasional sehingga rakyat kita bisa terselamatkan," kata Sumaryoto. Hal lain yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan nasional belakangan ini adalah kebijakan yang dibuat Dephub, antara lain soal "low cost carrier" atau harga kacis murah yang tanpa disertai batas harga bawah. Akibatnya, para pengguna jasa transportasi menggunakan pesawat karena harga tiketnya murah. Perusahaan penerbangan lalu banting harga sehingga terjadi persaingan yang tidak sehat. Sebagai akibat dari kebijakan Dephub tersebut, moda transportasi menjadi tak teratur. Sumber: Antara
