--- In [email protected], delta alfha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rada risi kalo masalah gender selalu di deket2in sama kodrat dan tetek bengek lain nya. > Hari gini gitu loh! > > Terang aja banyak perempuan merasa perlu menjadi lebih mandiri karena di lingkungannya > mereka di anggap gak bisa apa2, kaum lemah, gak bisa di andalin dll. dan tentunya ada faktor2 yang mendorong mereka merubah pola cara berpikir mereka saat ini. > > > Casa > > > www.elephire.blospot.com > www.asia-antiques.blogspot.com > www.aladinpictures.com > www.pobsolution.com > > > > > ----- Original Message ---- > From: si_andi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, March 8, 2007 12:32:51 PM > Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: RELATIVITAS GENDER > > Mbak/Mas, > > Pengalaman saya pacaran duluuuu, cewe itu paling kesal kalau dia > ditanya malam ini mau nge-date kemana. Maunya kita yang laki-laki ini > yang pegang kemudi, bikin rencana mau makan malam ke mana dan naik > apa, dia tinggal ngikut atau protes (kalau tidak suka)...Tapi dengan > begitu kok ya semuanya jadi harmonis dan lancar begitu. Mungkin > pacaran tuh lebih enak pakai konstruksi sosial yang patriarkis ya? > > Andi >
wek.... Ini ko ada diskusi tentang gender malah melenceng ke pacaran. Pake acara konstruksi sosial yang patriarkis segala .... Gender....ya gender.... Gak ada hubungannya ma pacaran (ya enggak sih? pacaran si masalah nyocokin keinginan, nyocokin kebiasaan etc kok malah ada konstruksi segala...he..he..he...bisa aja mas andi becandanya) Secara realitas sosial kita gak bisa (dengan segera) menghilangkan berbagai kebiasaan yang sering kali dianggap sebagai mitos (Sebaiknya kalau perempuan menikah lebih baik di rumah saja-ngurus rumah-belum lagi ada anggapan tentang perempuan itu lemah - dan mitos-mitos lainnya yang berkenaan dengan perempuan-yang lebih melecehkan perempuan). Yang gawatnya sampai istilah Histori...hampir diganti dengan Herstori. Karena Perempuan menggugat masa lalu yang terlalu mendiskreditkan peran mereka. Istilah aja kok pada ribut sih... Apakah Istilah akan dipakai sebagai senjata kaum lelaki untuk menekan- mendiskriditkan Perempuan? Kalau tidak...ya Sudah lah.
