Memang kalau dilihat begitu banyak guncangan yang menghantam Indonesia secara terus-menerus, jadi membuat banyak orang jadi khawatir/was-was. Biaya hidup makin meningkat terus, para orang tua yang income-nya pas2an jadi pusing dengan disamping kebutuhan pokok yang makin meningkat dan ditambah lagi bingung untuk biaya sekolah anak2nya. Biarlah semua tetap bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan sesulit apapun juga dan saling koreksi diri disertai memperbaiki gaya hidup se-hari2 yang lebih dekat kepada Tuhan, membagi berkat ke sesama tanpa pamrih. Janganlah segala kesulitan yang mendera terus-menerus ini, membuat kita menjauh dariNYA, melainkan makin kuat berjalan bersamaNYA. TUHAN yang mengetahui apa yang terbaik dibalik semua kesulitan2 tsb. Yang dalam jalan salah, bertobat dan kembali kepada jalan yang benar dan mohon pengampunan dari Tuhan - juga tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.
Dibalik awan kelabu, tetap ada secercah sinar matahari. Tidak selamanya awan itu kelabu. Saya mau sharing sedikit dengan lagu di bawah ini (maaf, saya tidak tahu pencipta lagunya yang indah ini) dan semoga memberikan kekuatan kepada semua orang. Hide me now, under YOUR wings. Cover me with YOUR mighty hand. When the ocean arise and thunders roar, I will see with YOU, above the storm. FATHER, you are the king of the flood, I will be still and know YOU are GOD. Find rest in my sould in Christ alone. Know HIS power, in quietness and trust. Salam damai sejahtera Susanna --- In [email protected], "Ronal Baharuddin Hutagaol" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mari Jalani Hidup Ini Dengan ber-TUHAN > > Oleh: Ronal B Hutagaol > > > > > > Menjelang berakhirnya 2006 kita semua disuguhi dengan > berita-berita tentang kejadian yang akan menimpa Indonesia di tahun 2007. > Bencana masih akan datang bertubi-tubi menurut ramalan mereka / penerawangan > mereka atau apalah namanya. Makin mendekati akhir 2006, setiap tayangan > televisi terus menayangkan acara-acara seperti ini (ramalan-red), sampai > salah satu peramal terkenal kewalahan untuk mengatakan hal-hal yang itu-itu > lagi (kebanjiran order untuk wawancara). > > > > Akhir 2006 tepatnya dibulan Desember kita dikejutkan dengan tenggelamnya > KM SENOPATI di Perairan Mandalika Jawa Tengah, KM Senopati ini dikabarkan > membawa 700-an penumpang dan 300-an orang diperkirakan hilang (Antara > <http://www.antara.co.id/arc/2007/2/27/dephub_bentuk_tim_pendamping_ko rban_k > m_senopati/> ). Tahun 2007 dimulai dengan terjatuhnya pesawat Adam Air > Boeing 737, kode kl 574 jurusan Surabaya - Manado dengan 102 penumpang > (Media Indonesia <http://www.media-indonesia.com/berita.asp? id=120888> ), > menjelang berakhirnya Januari 2007 akhirnya koordinat pesawat sudah > ditemukan di dasar laut. Pada Senin Malam (15/1/2007) kereta api Bengawan > Jurusan Solo (Jawa Tengah) - Tanah Abang (Jakarta) dilaporkan terputus salah > satu gerbongnya di sekitar Desa Rancamaya dan Desa Gunung Lurah, pada > kecelakaan ini ada 4 orang yang tewas (Media > <http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=122246> Indonesia). Tanggal > 21 Januari 2007 Tiga Bus Tabrakan di Solo dan 3 orang tewas dalam kejadian > ini (Tempo > <http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2007/01/21/brk,2007 0121-9 > 1680,id.html> Interaktif). Kecelakaan Kendaraan roda 4 dan 2 juga sudah > sangat memprihatinkan bahkan kendaraan roda 2 diperkirakan lebih tinggi > (Detik.Com > <http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl /11/ti > me/134731/idnews/706831/idkanal/10> ). Tidak hanya sampai prasarana > transportasi saja yang di alami Indonesia. Bahkan Gempa Bumi, yang baru-baru > ini tanggal 6 Maret 2007 di SUMATERA BARAT (disitusnya BMG > <http://www.bmg.go.id> , hampir setiap hari pasti ada gempa bumi baik itu > kecil maupun besar), Banjir 2007 yang lebih parah, kalau kita perhatikan > berita di Media-media Elektronik dan Cetak, Banjir di awali dari Daerah > Barat Indonesia (Sumetara), mulai bergerak ke tengah Indonesia (JAWA & > KALIMANTAN) dan ke Timur Indonesia (SULAWESI). Lalu kita juga di kagetkan > dengan adanya angin puting beliung di berbagai daerah, salah satunya di > wilayah Yogyakarta 18 Februari 2007 lalu, tanah Longsor, Banjir LAPINDO > BRANTAS yang sampai sekarang belum bisa diatasi. Dan bencana ini akan terus > dihadapi Indonesia (entah sampai kapan). > > > > Sempat saya berguyon dengan teman-teman saya (ini juga pernah masuk > dikarikatur KOMPAS), waduh bingung nih mau apa-apa ngeri. Mau berpergian > Naik Pesawat ngeri Jatuh, mau naik kapal laut ngeri tenggelam, mau naik > kereta ngeri tuh kereta anjlok, mau naik bus ngeri tuh tabrakan, mau naik > kendaraan pribadi ngeri adanya kecelakaan and kalau mau diam dirumah saja > ngeri juga ada puting beliung (ini terjadi karena sedang ada peralihan > iklim), gempa, banjir dll. > > > > Di Indonesia ini sudah tidak ada tempat yang aman lagi, jadi apa yang > harus kita kerjakan? Kembali ke tema yang saya buat, "Mari Jalani Hidup Ini > Dengan ber-TUHAN", ini merupakan perenungan pribadi saya ketika melihat > kondisi Alam di Indonesia yang mulai tidak bersahabat (ini juga merupakan > salah satu ulah dari manusia yang tidak melindungi alam indonesia yang indah > ini), kondisi transportasi yang kurang memperhatikan keselamatan penumpang, > dll. Kalau kita jalani dengan ketakutan dan kekuatiran, maka kita tidak bisa > hidup dengan tenang di Indonesia ini. Kita tahu, dan mungkin semua tahu > bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur, kapan kita mati hanya DIA- lah yang > tahu. Bagaimana cara kita mati, hanya DIA-lah yang tahu. Satu contoh, ketika > terjatuhnya pesawat Adam Air, langsung penjualan tiket untuk Adam Air turun > drastis bahkan di salah satu TOUR (dekat kantor saya) tiket Adam Air tidak > laku sama sekali dan orang beralih ke GARUDA, tapi toh 7 Maret 2007 terjatuh > juga dan menewaskan 21 penumpang. Perenungan yang saya alami, saya tidak > tahu cara saya meninggal nanti, apakah saya meninggal dalam kondisi sedang > tertidur, jatuh dari motor, kecelakan transportasi atau gempa bumi. Yang > penting semua hidup kita serahkan untuk DIA, serahkan semua kekuatiran kita > kepada DIA, kalau Toh kita Naik Pesawat terbang ketujuan kita dan memang > hidup kita berakhir disana, biarlah itu terjadi. Seharusnya yang kita > lakukan saat ini adalah lebih mendekatkan diri kepada SANG PENCIPTA. Semakin > kita kuatir dengan segala sesuatu, maka semakin kita menjauh dari DIA. > Jangan lihat apa yang terjadi di masa yang akan datang, karena masa itu > hanya DIA yang tahu, jangan lihat masa lalu, tapi lihatlah masa sekarang > ini, "Mari Jalani Hidup ini Dengan ber-TUHAN" sehingga damai sejahtera akan > terus ada di hidup kita. Dan semakin Banyak bencana yang datang silih > berganti, seharusnya semakin dekat hidup kita kepada-NYA. > > > > Semoga perenungan ini dapat menjadi berkat bagi kita semua dan bagaimana > kita menjalaninya. > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
