Saya sepakat, kalau pramuka itu bukan hanya Have Fun.

Menurut saya, pelatihan pramuka itu memberikan membantu meletakkan dasar 
pegangan hidup dan kepemimpinan.
Beberapa hal yang perlu dicatat adalah :

1. Jauh sebelum aktivis perempuan berteiak tentang issue Gender, Pramuka sudah 
lebih dulu melatih kesetaraan Gender-tanpa mengucap kata gender.
    misalnya :a) ada pembagian antara regu laki-laki dan perempuan yang 
masing-masing memiliki struktur kepemimpinannya
                   b) melatih kemandirian laki-laki dan perempuan, lewat kemah
                   c) laki-laki dan perempuan punya kesempatan yang sama dalam 
mengikuti semua kegiatan, termasuk kegiatan rintang alam dan pengembaraan 
Desember

2. Melatih ketahanan hidup, solidaritas dan kepekaan sosial
    Dalam berbagai bentuk kegiatan pramuka, teknik untuk menghadapi tekanan 
hidup, membantu kawan lain dan memberikan/melakukan apa yang kita bisa berikan  
      pada orang lain yang jauh lebih tidak beruntung.

3. Mengajarkan sikap santun dan rendah hati.

Kalau saja pramuka ini digalakkan, dimasa serba sulit dan penuh tekanan ini, 
saya yakin dia akan memberikan sumbangan penting bagi tumbuh kembang manusia 
Indonesia.
Sayangnya kebijakan pemerintah Indonesia tidak jelas terhadap Pramuka.
Bahkan khabar terakhir di tahun 2003 saya dengan Indonesia keluar dari 
keanggotaan Pramuka Internasional karena tidak mampu membayar iuran.

Dulu, waktu sekolah dan kuliah saya ikut pramuka......bahkan sempat memimpin 
regu perempuan untuk pengembaraan Desember di tahun 82
 Tapi setelah kerja.....memang repot membagi waktunya. Apalagi dirantauan 
seperti sekarang ....duh berat....

salam

dian



  ----- Original Message -----
  From: Endiarto Wijaya
  To: Forum Kompas
  Sent: Tuesday, March 06, 2007 2:59 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: WAJIB MILITER UNTUK 18 TH 
KEATAS-ddinasty&Chairil


  Siapa bilang Pramuka hanya untuk anak ingusan dan anak kecil??????
  Siapa bilang kegiatan Pramuka melulu hanya "have fun" dan tidak banyak porsi 
kegiatan yang bersifat pengabdian masyarakat dan pelestarian lingkungan??????

  Pak/ Bu, sesekali mungkin sebaiknya berkunjung ke kantor Kwartir Cabang 
Pramuka di kota Anda atau Sanggar Pramuka di Kampus-Kampus. Mohon saya diberi 
info, jika Pramuka yang di sana ingusan semua.

  Anggota Pramuka memang ada yang anak-anak (Siaga) tapi ada yang Pandega 
(mahasiswa) dan bahkan para senior Pembina.

  Maaf, saya bukan aktivis Pramuka, tapi saya berpendapat :

  PRAMUKA BUKAN KUMPULAN ANAK INGUSAN.

  Jika dikatakan bahwa (quote)"...... hanya diajarkan
  masalah2 kepanduan dan sedikit masalah sosial,lingkup mereka sempit
  dan usia mereka realitf hijau untuk mengerti dgn benar akan arti
  penting gerakan pramuka itu sendiri, lebih banyak dari mereka yg
  tahunya cuma rasa suka karena bisa berkumpul dgn teman2 dari lain
  daerah atau sekolah, kemah bersama atau menjelajah, just for fun
  saya kira bagi otak anak-anak ingusan tersebut "(end of quote)

  Saya jadi bertanya apakah Anda pernah mengetahui kegiatan Pramuka seperti 
World Community Development Camp (World COMDECA), JOTA (Jambore on The Air), 
JOTI (Jamboree on The Internet), Latihan SAR Pramuka dll??????

  Kecakapan Pramuka Indonesia tidak kalah dengan Pramuka negara lain (para 
anggota World Organisation of The Scout Movement). Saya pernah melihatnya 
secara langsung kecakapan para Pramuka itu dalam 1st World COMDECA. Pramuka 
memiliki berbagai "Saka" yang mewadahi para anggota Pramuka sesuai dengan minat 
dan kemampuan masing-masing, seperti : Saka Dirgantara, Saka Taruna Bumi. Saka 
Husada Bakti, Saka Bhayangkara, Saka Kencana/ keluarga Berencana dll.

  Tentang penanaman rasa disiplin, rasa cinta saudara sebangsa dan rasa cinta 
tanah air, saya kira Wajib Militer bukan satu-satunya cara.

  Pramuka memang merupakan salah satu wahana untuk tujuan-tujuan seperti itu. 
Begitu pula kegiatan-kegiatan lain seperti olah raga. Dalam olah raga beladiri, 
misalnya, terdapat peraturan-peraturan yang mesti dipatuhi sehingga dapat 
menumbuhkan sikap "disiplin".

  Terutama karena pertimbangan efektivitas, efisiensi dan efek 
disfungsionalnya, saya tidak setuju jika sikap disiplin, rasa cinta saudara 
sebangsa dan rasa cinta tanah air ditanamkan lewat latihan Wajib Militer/ 
Samapta atau apapun namanya namun berbau militer.

  Banyak cara-cara lain untuk menanamkan itu. Olah raga cukup efektif 
mengajarkan disiplin. Rasa cinta tanah air bisa ditanamkan lewat 
pelajaran-pelajaran di sekolah ditambah suri tauladan yang baik dari para tokoh.
  Sedangkan rasa cinta saudara sebangsa bisa saja ditumbuhkanl ewat 
kegiatan-kegiatan seperti pertukaran pemuda dan Unit aktivitas ekstra sekolah/ 
kampus, seperti KSR, Pencinta alam, dll.

  Saya tidak tahu mengapa Anda suka Wajib Militer. Mungkin Anda penggemar 
latihan-latihan dengan jadwal seperti :

  1) Bangun Pagi jam 4.30 dilanjutkan dengan lari pagi minimal 2 km setelah 
sholat
  2) Korve/kerja bakti jam 5.30-6 pagi
  3) makan Pagi jam 6.30
  4) pelajaran dalam kelas/ luar kelas (menembak, rapelling, HTF) jam 6.45
  5)Makan siang/ sholat jam 11.30
  6)Binsik siang (bina fisik): lari atau "senam senjata" atau "senam Korea" 
siang jam 12-13
  7)Pelajaran Siang di kelas atau luar kelas 13.30-16.30
  8)Binsik sore jam 16.45 sampai jam 17.30
  9)Pelajaran malam jam 18.00 - 1930
  10) Apel malam jam 21.00
  11) Istirahat jam 21.30-04.30 (giliran bagi yang piket jaga kamar atau jaga 
serambi dan siap-siap kena "stelling malam" alias dibangunkan mendadak dalam 
gelap dengan ledakan maupun bunyi-bunyi mengagetkan......hati-hati kena hukuman 
"push up" atau "sikap tobat"....he,he,he)

  Salam,

Kirim email ke