Pak Bambang....... saya setuju Pak... namun setahu saya dari bacaan-bacaan
..... ga usah dari negara tertentu.. yang namanya mafia itu ya..
begitu-itu.....
Kalau menurut saya, yang namanya maling itu ya bisanya nyolong ...... kalau
nyolong dengan cara "A" dilarang... ya pake cara "B"....... seterusnya.....
Yang saya heran, kenapa selama ini beliau-beliau para pejabat ini tidak
pernah belajar bagaimana menghadapi orang-orang bermental maling ini ya....????
Dulu kita pernah melarang ekspor rotan mentah... jadi yang di ijinkan untuk
di ekspor adalah rotan yang sudah di olah menjadi produk tertentu.... misalnya
keranjang rotan, tas.. hasil kerajinan rotan lainnya....
kemudian larangan ini di siasati dengan mengekspor produk rotan yang telah
"berbentuk keranjang" yang dapat di bongkar sedemikian rupa sehingga setelah
sampai di negara asalnya "keranjang" terseut dapat dibongkar.. dan rotannya di
ambil untuk kemudian di bikin produk lain... yang lebih bagus... dan ..di jual
lagi oleh negara tersebut dengan harga yang tentunya lebih mahal....
Kenapa bentuk akal-akalan seperti itu tidak dijadikan pelajaran bagi
beliau-beliau pejabat yang berwenang dalam mengatur sesuatu..... mengapa tidak
pernah mengambil pelajaran dari sesuatu...
mengapa harus di akali dulu .. baru nanti mengeluarkan aturan lagi.. untuk
kemudian di akali lagi dan seterusnya.....
Apakah pembuat peraturan hanya berpikir parsial saja??? kenapa tidak memakai
analogi suatu bentuk pengakalan pada suatu peraturan apabila akan menerbitkan
peraturan yang serupa... (ngatur perdagangan rotan...diterapkan dalam
pengaturan perdagangan pasir...)
Apakah ini ada hubungannya dengan pembuatan peraturan identik dengan
proyek... sehingga pengaturan atas sesuatu hal... selalu diproyekkan...
mengingat sekali meeting pembahasan suatu peraturan pasti si anggota team akan
mendapatkan allowance...????
Jadi kalau sekali bikin peraturan yang setidaknya sudah mengantisipasi
bentuk-bentuk pengakalan yang akan dilakukan oleh orang-orang bermental maling
ini.... maka niscaya tidak akan ada rapat-rapat lagi.. yang pada akhirnya tidak
ada "pendapatan tambahan lagi..."
Mudah-mudahan ini salah...............
DS
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari dulu memang mafia Singapore amat sangat licin dan licik.
Selamat berhari minggu
BS