----- Original Message ----- 
From: ChanCT
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, 12 March, 2007 15:50
Subject: Re: Salam kenal ==> Budaya Mundur


    Bung Erlangga yb,

    Saya setuju dengan pendapat bung. Jaman berganti sudah, mana bisa 
dibandingkan dengan jaman dahulu dimana setiap pejabat merasa bertanggung 
jawab penuh, mundur kalau terjadi kesalahan dan kegagalan, ... tapi sekarang 
berusaha sekuat tenaga bercokol terus, segala kesalahan dan kegagalan 
dicarikan alasan, syukur menemukan kambing-hitam yang bisa dikorbankan. 
Nikmatnya kekuasaan. Heheheee, ...

    Tapi itulah, untuk membenahi birokrasi aparat pemerintah yang membusuk 
kena penyakit KKN ini, tidak bisa tidak harus ada ketegasan sistem ketat, 
tidak hanya memecat si pejabat yang membuat kegagalan departemen yang 
dikuasai, tapi juga meng-audit kerugian yang terjadi atas departemen itu, 
harus ada kejelasan kemana larinya "keuntungan" yang seharusnya terjadi 
berubah jadi rugi. Tanpa ketegasan sitem ketat, nggak akan beres aparat 
pemerintah, nggak akan terangkat kesejahteraan rakyat banyak, kecuali 
sipejabat korup itu, ...

Salam kenal,
ChanCT

----- Original Message ----- 
From: Erlangga Suryadarma
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, 12 March, 2007 14:18
Subject: - Budaya Mundur




Untuk Pak Benny, sedikit masukan,Pada tahun 1960, setelah terjadi 
pemberontakan PRRI/Permesta, suatu hari ada 4 pesawat tempur MIG-17 
mengadakan latihan dibawah komandanya yang terkenal Leo Watimena, tiba satu 
pesawat keluar dari formasi dan langsung menuju istana merdeka, dan menembak 
istana dengan meriam caliber 23mmnya, sehingga depan istana termasuk lampu2 
gantungnya rusak, setelah itu pesawat lari keselatan dan mendarat darurat di 
sawah di selatan sukabumi, pilotnya Maukar ditangkap dan diadili, 
selanjutnya masuk penjara.Mendengar adanya tembakan terhadap istana Merdeka, 
KSAU pada saat itu Suryadarma, langsung menuju Istana dari Mabes AU Tanah 
Abang, melihat kerusakan akibat tembakan dan langsung kebelakang Istana 
menghadap Bung Karno, dengan melepas Tanda Pangkatnya dan langsung 
menyerahkan Tanda Pangkat tersebut kepada Bung Karno, dan menyatakan mundur 
dari jabatan KSAU sebagai tanggung jawab Pimpinan AURI terhadap tindakan 
anak buahnya.Bung Karno yang sedang marah, menerima pengunduran Suryadarma 
tersebut, dari Istana Suryadarma pulang kerumah dan dirumah sudah berkumpul 
banyak senior/pimpinan AURI termasuk Leo Watimena, banyak yang ribut dan 
meminta Suryadarma untuk tidak mundur, tetapi dengan tegas Suryadarma, 
mengatakan saya sudah mundur , semua harus tunduk kepada perintah Panglima 
tertinggi Sukarno akan siapa yang akan ditunjuk menggantikanya, dan kepada 
semua jajaran AURI supaya hal memalukan ini tidak terjadi lagi.Esok hari jam 
0900 pagi Ajudan Presiden Mangil menelpon Suryadarma, untuk segera lapor ke 
Presiden, sesampainya di Istana,dan bertemu dengan Bung Karno, beliau 
memasang kembali tanda pangkat di epaulet pangkat baju Suryadarma, serta 
berpesan : Saya masih percayakan Angkatan Udara kepada saudara, supaya hal 
semacam ini tidak terjadi lagi karena merusak citra Angkatan Udara yang saya 
sayangi.Dalam hal ini bahwa pada akhirnya Presiden mengembalikan jabatan 
KSAU ke Suryadarma, itu terlepas dari niatan Suryadarma, yang penting 
intinya dia sudah mengambil keputusan untuk meletakan jabatan sebagai 
tanggung jawab pimpinan.Ironisnya sampai sekarang saya kok belum tahu atau 
dengar ada yang BERANI MELAKUKAN BUDAYA MUNDUR!

Hal ini masuk headline surat kabar Merdeka jaman itu

Kirim email ke