Weleh...weleh...weleeeeeh, Pak. Haniwar, e..maap salah maksudne Bunee..e Pak'e iki piyeh toh ! apakah kudu mulai dari diri sendiri..? he he he (ga marah khan..? ingat loh Pak'e, si Erico Guteres itu humoris loh..!)
Trus, lah iki wong mbahnya para guru ae ora jelas aturane, palagi cucu-cucune ? he he he lage... Trus, apa iya kalo dah jadi menteri atawa gubernur atawa bupati simbanya para guru iku masih sempat ngajar dikampus ? lah wong nemuin ke kantornya aja kudu pake waiting list segala koq.... Nuhun sewu lagi Pak'e, Suhaimi ----- Original Message ----- From: Manneke Budiman To: [email protected] Sent: Monday, March 12, 2007 10:33 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Jam Kerja Guru Rata-rata 15,5 Jam Perhari Gelar akademik tertinggi adalah doktor. Guru besar itu jenjang fungsional untuk dosen. Maka, sebutan "profesor" hanya boleh dipakai selama dia melakukan Tri Darma perguruan tinggi (ngajar, riset, layanan masyarakat). Biar jadi menteri atau bupati, kalau masih datang ke kampus buat ngajar, ya masih berhak pakai profesornya. Aturan legalnya tak ada, tapi ini adalah bagian dari moral akademik dan etika. Kan profesor itu guru (besar), jadi kalo guru ya mestinya ngajar. He he. Kalo pensiun, ya nggak lucu jika profesornya masih digondol-gondol. Tapi, yang beginian ini marak terjadi karena banyak orang salah kaprah bahwa guru besar itu gelar akademik. Hi hi hi. Ini akibat kita terlalu doyan gelar-gelaran sih. manneke
