Gus Dur: Apa Artinya Tobat   Kalau Tak Berubah 
Senin,   12 Maret 2007 05:05 
     Jakarta, NU Online
Mantan Ketua   Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Abdurrahman Wahid 
(Gus Dur)   menyatakan, bagi pemerintah solusi masalah bencana seharusnya bukan 
mengajak   masyarakat berzikir. Menurutnya, yang terpenting bagi pemerintah 
adalah   mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan menegakkan hukum yang   
berlaku.

“Taubat kan di hati. Apa artinya bertobat kalau   kelakuan tidak berubah,” kata 
Gus Dur di Jakarta, Ahad (11/3), mengkritik acara   zikir nasional yang 
dilaksanakan oleh pemerintah di Masjid Istiqlal Jumat, (9/3)   lalu. 


Gus Dur yang juga Ketua Dewan Syuro PKB mengatakan, saat ini   yang harus 
diutamakan adalah menumbuhkan moralitas bangsa. Menurutnya, musibah   yang 
bertubi-tubi terjadi karena pemerintah sudah tidak bermoral. “Yang bermoral   
dong, jangan bohong,” tuturnya.

“Saat ini bangsa kita sedang   kehilangan moralitas, banyak pejabat kita yang 
bohong akibatnya rakyat sudah   tidak percaya lagi dengan pemerintah,” tambah 
Gus Dur.

Ia menjelaskan,   solusi masalah bencana bukan hanya dengan zikir nasional. 
‘’Pasalnya saat ini   sebagian besar rakyat Indonesia menganggap ada hubungan 
antara bencana dengan   situasi politik,'’ tuturnya.

Pemerintah hendaknya mengembalikan   kepercayaan rakyat. Meskipun ini tidak 
benar, menurut pengasus Pesantren   Ciganjur itu, ada kesan masyarakat dengan 
pemerintah menjadi saling berhadapan.   Hal inilah yang menimbulkan 
ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. (nam)   
   
  
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke