> > > Menyorot Ketidakpedulian Inventor > > Enrico Fermi (1901-1954) pemenang Nobel Fisika 1938) dan Edward Teller > (1908-2003) terlibat dalam Manhattan Project dari Presiden Franklin D. > Roosevelt dalam penemuan dan produksi bom atom 1945. Apakah mereka > ini peduli bahwa bom termonuklir yang mereka ciptakan itu telah sempat > membunuh 70.000 penduduk Hiroshima (6 Agustus 1945) dan 40.000 > penduduk Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Merusak masing-masing > areal seluas 6,6 dan 2,7 kilometer persegi. Apakah Enrico Fermi dan > Edward Teller peduli? > > Mikhail Timofeyevich Kalashnikov (lahir 1919) pada tahun 1947 > menciptakan senapan otomatis AK 47. Senapan ini kemudian dipakai > sebagai senjata standar pada pelbagai pasukan tentara di seluruh dunia > -- bahkan sampai saat sekarang. Apakah Mikhail peduli bahwa senapan > hasil temuannya bakal dipakai membunuh puluhan juta jiwa manusia? > > Uziel Gal pada tahun 1948 menciptakan senapan otomatis 650mm (yang > tidak dipakai lagi di kalangan tentara Israel sejak 1983). Apakah > Uziel peduli senapan ciptaannya bakal membunuh secara efisien jutaan > manusia? > > Alfred Bernhard Nobel (1833 -- 1896) bersama ayahnya Immanuel Nobel > mulai mendirikan pabrik bahan peledak nitroglycerin pada tahun 1865. > Bahan itu sendiri diketemukan Ascanio Sobrero pada tahun 1846. Bahan > peledak yang terkenal dengan nama TNT kemudian menyebar ke seluruh > dunia dan juga membunuh jutaan manusia. Apakah Nobel peduli bahwa > penemuannya itu kemudian bakal membunuh jutaan jiwa manusia? > > William Henry Gates III (Bill Gates, lahir 1955) menciptakan software > mikro komputer pada tahun 1975 bersama Paul G. Allen sewaktu masih > mahasiswa sophomore (semester 3 - 4 ?) Harvard University. Sejak 1981 > MS-DOS menjadi produk andalan IBM dan menyebar ke seluruh penjuru > dunia. Apakah Bill Gates peduli bahwa softwarenya akan dipakai untuk > menjalankan program VCD porno yang merusak jiwa jutaan anak manusia? > > Tulisan singkat ini hanya ingin mengatakan satu hal. Inventor > menemukan suatu hasil temuan baru. Ia hanya bertanggungjawab secara > teknis. Apakah temuannya itu membawa hasil yang seperti diharapkan > (efektif) dan apakah bekerjanya tanpa pemborosan yang tidak diperlukan > (efisien), apakah dapat dipakai untuk waktu yang relatif cukup panjang > (durable), apakah output yang dihasilkan sesuai dengan rencana design > awal (reliable). Kepadanya tidak dapat dikenakan tanggungjawab secara > moral. Apalagi dikenakan tanggungjwab rendeng terhadap ekses-ekses > yang bakal terjadi entah sampai kapan sebagai akibat dari pemakaian > (salah guna) dari produknya tersebut. > > Pertanyaan seperti apakah sebaiknya penemuan-penemuan yang > "mengerikan" semacam itu perlu diproduksi atau tidak merupakan > pertanyaan hipotetis dan moralis. Hipotetis karena nyatanya > produk-produk itu sudah diproduksi massal dan telah banyak (salah) > digunakan. Enrico Fermi dan Alfred Nobel bahkan menerima hadiah Nobel > yang prestigius. Kok mereka tidak diminta tanggungjawab moral terhadap > pemusnahan massal umat manusia akibat hasil penemuannya tersebut? Kok > alih-alih dijatuhkan hukuman berat 'post mortem' malahan mereka justru > diberi penghargaan tertinggi bagi ilmu pengetahuan? > > Terlalu naif untuk membandingkan (bahkan untuk memikirkannya saja) > apakah penemu teknik dekonstruksi-rekonstruksi memori dari > kompatiologi harus dimintakan pertanggungjawaban moral atas hasil > temuannya itu dengan temuan-temuan spektakuler tersebut di atas. > > Statement penemu kompatiologi pada Kick Andy Show bahwa ia "tidak > peduli" apakah dekon akan membuat terdekon menjadi lebih baik atau > tidak hendaknya dimengerti seperti analogi di atas yang produknya > sungguh-sungguh lebih dan sangat mengerikan ! > > Jadi siapa yang harus peduli dong? Pertama-tama tentunya si pemakai > (end user) itu sendiri. Mengapa tertarik untuk didekon? Apa > kira-kira bakal menjadi efek sampingnya? Mengapa mau membeli kucing > dalam karung? Apakah testimonial para terdekon sebelumnya tulus atau > hanya jualan kecap nomor satu saja? > > Apakah para pendekon juga dapat dimintakan tanggungjawab moralnya? > Seperti penjual komputer yang memasang PC di rumah konsumen, apakah ia > harus bertanggungjawab kalau PC itu dipakai untuk mengakases situs > porno dan merusak mental anak-anaknya? > > Apabila seorang ayah membeli senapan berburu "double loop" kemudian > senapan itu dipakai anaknya untuk menembak anak tetangga, apakah ayah > itu dapat diminta pertanggungjawaban atas kasus penembakan itu? Dapat > saja kalau ia lalai menyimpan senapannya itu. Tetapi mungkin juga > tidak, kalau anaknya sudah lewat 21 tahun dan harus memikul sendiri > pebuatan pidananya. Intinya tanggungjawab moral tidak dapat dimintakan > pada penjual (resmi) senapan itu atau kepada pabrikannya, apalagi > kepada penemu senapan tersebut. > > Yang harus bertanggungjawab secara moral ialah "the man behind the > gun". Siapa yang memakai produk tersebut atau konsumennya. Namun > tetap saja produsen harus menjelaskan sedapat mungkin semua > spesifikasi produknya -- termasuk semua efek sampingnya. Bahwa bom > atom bukan hanya side effect bahkan main effectnya sudah bersifat > fatal dan futile. > > Bagaimana dengan efek dan side effect dekon dan rekon dari > kompatiologi? Sampai saat ini... wallahu alam bissawab... tetapi > tampaknya baik-baik saja. > > Jakarta, 13 Maret 2007. > > Mang Iyus >
[Non-text portions of this message have been removed]
