Saya bukan ahli bahasa atau ahli jiwa atau ahli komunikasi tetapi begitu baca 
pernyataan GJA tahu bahwa ini cuma ancam2an.  Ngga perlu dipikirkan. Dalam 
benak GJA juga sadar tak mungkin SBY atau staf ahli mau meladeni.
Pak SBY sebaiknya menekan aparat hukum untuk membuka tuntas secepatnya masalah 
BC. Lebih dulu hukumnya daripada pansus nya lebih baik sehingga mungkin bisa 
tertahanlah rumor rebut kedudukan.




________________________________
Dari: A Moeis Ibrahim <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 29 Desember, 2009 16:16:49
Judul: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] George Junus Aditjondro Tantang SBY  Berdebat


SBY jangan layani orang kayak GJA itu. Gak lepel he he he

From: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
[mailto:Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com] On Behalf Of Tunjung Utomo
Sent: Tuesday, December 29, 2009 1:08 PM
To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] George Junus Aditjondro Tantang SBY
Berdebat

Rush Limbaugh,orator kondang di Amerika sana -sebanding dengan George
Aditjondro-, juga getol mengajak Barrack Obama debat,coba aja setel
cenel Fox News,tapi tidak pernah dilayani.Lee Kuan Yew tidak pernah
melayani ajakan debat dari berbagai pihak,Mahathir Mohammad tidak,Bill
Clinton yg slebor dan suka wanita pun tidak pernah melayani
debat,Jacques Chirac dan Nico Sarkozy tidak,Margo Thatcher-John
Major-Tony Blair tidak pernah melayani debat. Mereka semua yg saya
sebut dari negara-negara yg sering kita kutip sebagai contoh demokrasi
itu sama : tidak pernah melayani debat diluar sistem.

Tony Blair sering melayani hajaran sengit anggota parlemen dari partai
Konservatif (musuhnya Partai Buruh-partainya Blair) didalam parlemen
Inggris yg bergaya debat mahasiswa itu,Bill Clinton menjelaskan
skandalnya,Bush junior menjelaskan soal kebijakan gemar
berperangnya, Barrack Obama memilih menjelaskan kebijakan soal
universal health fund dihadapan sesi yg digelar oleh parlemen.

Sepayah-payahnya dan selemot-lemotnya pemerintah sekarang bagi
saya,debat terbuka diluar sistem hanya buang-buang waktu dan
menafikkan lembaga-lembaga negara kita sendiri.

Anda boleh bilang,"kan presiden bisa memberi terobosan luar biasa
dalam demokrasi" atau "kan staff presiden bisa memilih dan menentukan
jadwal",tapi sekali kekonyolan dimulai maka kekonyolan berikutnya akan
terus menerus mengejar.Satu dilayani,yg lain tidak puas dan berikutnya
dan berikutnya.


Kirim email ke