PDI-P selama ini sedang cari kebenaran itu, barangkali. Karena sebagai partainya "wong cilik" data itu sangat berdampak besar bagi kehidupan konstituen PDI-P umumnya. Kita lihat saja. Ayo bersama awasi Pansus itu berikut para parrtai anggota Pansus.
________________________________ Dari: Alex Simanjuntak <[email protected]> Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PDI-P: Data "Gurita Cikeas" Bukan Barang Baru PDI-P: Data "Gurita Cikeas" Bukan Barang Baru KOMPAS/ KRIS R MADA Ketua Fraksi PDIP DPR RI Tjahjo Kumolo. Artikel Terkait: Mahfud: "Gurita Cikeas", jika Fitnah Bisa Dipidanakan Ratu Hemas Cari Buku "Gurita Cikeas" Dirut BNI: Gurita Cikeas, Buku Stensilan Jika "Gurita Cikeas" Tak Dipajang, maka Galangpress Minta Buku Dikembalikan George Junus Aditjondro Tantang SBY Berdebat Selasa, 29 Desember 2009 | 14:38 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, data-data yang dipaparkan dalam buku Membongkar Gurita Cikeas bukanlah barang baru. Setidaknya inilah yang disampaikan Ketua DPP PDI-P Tjahjo Kumolo. "Itu memang isu lama yang sudah banyak saya dengar, tapi belum tahu akan kebenarannya, " ujar Tjahjo, yang juga Ketua Fraksi PDI-P, kepada para wartawan, Selasa (29/12/2009) di Jakarta. Terkait pelarangan buku tersebut, Tjahjo mengatakan, sepanjang ada UU yang dengan tegas mengatur hal itu, silakan saja. "Tapi kalau Jaksa Agung main larang tanpa klarifikasi dan penjelasan dari pihak George Tjondro selaku penulis maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam buku tersebut, maka langkah Kejaksaan Agung justru akan membuat pembenaran tentang isi buku tersebut," ujarnya. Tjahjo menambahkan, pengarang buku yang kini laris manis bak kacang goreng itu pasti telah memiliki data yang cukup hingga dirinya berani menerbitkan buku kontroversial tersebut. "Soalnya, ancamannya jelas, fitnah dan pencemaran nama baik," tambahnya. .indosat {font: bold italic 12px Tahoma;} Sent from Indosat BlackBerry powered by HIN Editor: Edj
