Perlu dilihat, isunya pengajuan dana pembelian mobil baru tidak disebutkan 
jenis dan merknya, hanya angkanya saja sekian milyar. Kata Sudi Silalahi (kalo 
tidak salah) jumlahnya 150 unit, tp lalu diralat jd 70an sekian. Belum lagi ada 
tambahan biaya untuk pajak karena dana awal yg diajukan belum termasuk pajak. 
Entah anggota DPR nya yg oon karena tidak tahu sistem penganggaran, entah yg 
mengajukan yg licik memanfaatkan ke-oon-an anggota DPR. 

Selain itu, bisakah seorang Laode Ida seorang diri menolak anggaran yg diajukan 
sedangkan yg lain setuju? Terlepas apa motifnya, saya dukung dia. 

Yg fair dong, kalo yg melakukan hal2 kontroversial adalah SBY, dilihatnya 
dengan kaca mata positif; tapi klo yg melakukan adalah mereka yg tindakannya 
merendahkan SBY, ngliatnya pake kacamata negatif...

riyanto

-----Original Message-----
From: Teguh Santoso <[email protected]>
Date: Tue, 5 Jan 2010 14:59:44 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pilih Pakai Kijang, Laode Ida Kembalikan
        Crown

Saya setuju dgn pendapat anda, jika mereka punya Otak, tanda2 pengadaan
mobil dinas kan sudah ada tiap ada kabinet baru dan pemerintahan baru,
mestinya kalo niat ya di jagain dong waktu penganggarannya.

Masa anggota DPR kok gak tau/pura2 gak tau kalo akan ada pengadaan mobil
dinas. Ngapain aja mereka. Masa mak jegageg trus nongol itu Crown Toyota?

Pengembalian mobil dinas yg sudah ada menurut saya adalah basa basi saja,
cari muka, oportunitis dan pintar memanfaatkan momentum (tentunya untuk
kepentingan pribadinya saja biar dikira punya empati)

salam
teguh santoso

Kirim email ke