Saya muak lihat sikap orang ini ( si poltak ) .
dia kelihatan sekali mau nggembosi Pansus angket century .
kehadirannya lebih banyak seperti pengacara yg bersuara keras membela cliennya .
bahkan terlihat terlalu kasar dan gak sopan bahkan terkesan arogan
beberapa kali kalau lihat tayangan di Tv dia sering interupsi saat kepala
sidang sg bicara
disuruh diam juga gak mau ..tetap ngotot dan terkesana tidak menghormati kepala
sidang.
orang awam saja bisa menilai .....Anggota dpr yg terhormat ..tetapi kayak rapat
RT saja.
maka gak salah jika Gus Dur bilang
level anggota DPR kita masih selevel anak TK
salam prihatin
dari kota buaya
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Agus Hamonangan
Sent: 07 Januari 2010 5:53
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Ruhut: Dibawa ke Neraka Pun Aku
Siap!Ruhut: Dibawa ke Neraka Pun Aku Siap!
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Pansus Angket Bank Century, Ruhut
Sitompul, menyatakan siap dibawa ke Badan Kehormatan DPR atas sikapnya yang
dinilai berlebihan oleh sesama anggota Pansus. Untuk kesekian kalinya, Ruhut
terlibat perang mulut dengan Gayus Lumbuun pada rapat Pansus, Rabu (6/1/2010).
Namun, kali ini Ruhut sempat melontarkan umpatan yang dipandang tidak etis.
"Siapa mengumpat. Dia (Gayus) yang duluan bilang aku kurang ajar," kata
Ruhut.
Ia mengatakan, interupsi yang dilakukannya untuk meminta Gayus yang
menjadi pimpinan rapat agar bersikap tegas. Apa yang ditanyakan anggota Pansus
kepada tiga saksi mantan pejabat BI, yaitu Maman H Soemantri, Maulana Ibrahim,
dan Rusi Simanjuntak, dianggapnya tidak berkembang dan hanya membuang waktu.
Siap dibawa ke BK?
"Jangankan dibawa ke BK, dibawa ke surga atau neraka, saya siap! Saya
benar, saya tidak pernah keliru!" ujar Ruhut berapi-api.
Ia membantah bahwa interupsi yang dilakukannya tidak substantif. Pria
yang terkenal dengan nama Poltak ini berkilah, ia tak mau mengajukan pertanyaan
secara sembarangan. Beberapa anggota Pansus menganggap, interupsi yang
dilakukan Ruhut pada setiap rapat tidak substansial.
"Saya tanya kok. Tapi aku enggak mau asal tanya. Aku enggak mau mulutku
jadi comberan. Biar saja, hak orang kalau merasa terganggu. Sudah ya,
dah...dah...," ujar Ruhut santai sambil pergi dan melambaikan tangannya kepada
wartawan.
Editor: ksp
http://nasional.kompas.com/read/2010/01/06/19373054/Ruhut:.Dibawa.ke.Neraka.Pun.Aku.Siap.
<http://nasional.kompas.com/read/2010/01/06/19373054/Ruhut:.Dibawa.ke.Neraka.Pun.Aku.Siap.>
[Non-text portions of this message have been removed]