Berikut kutipan dari www.kompas.com / Blog Kompasiana

Wisnu Nugroho |  14 Januari 2010  |  17:49

Meskipun sudah tergolong lanjut usianya, saya yakin pak kalla belum pikun atau 
mudah lupa. usianya 15 mei mendatang memang akan genap 68 tahun, namun sekali 
lagi, saya tidak meragukan daya ingatnya.

kesehatan fisik yang dijaga dengan olahraga dan makanan yang masuk ke tubuh, 
membuat pak kalla tetap bugar. dokter kepresidenan yang setiap hari 
mendampinginya pun kerap geleng-geleng kepala mendapati staminanya. banyak 
anggota rombongan yang menyertainya kerap kewalahan juga mengikuti banyaknya 
aktivitasnya.

postur tubuh pak kalla yang terjaga adalah bukti. dan, kondisinya yang tetap 
segar sepanjang hari dicecar sebagai saksi di pansus adalah bukti lain lagi.

karena itu, ketika pak kalla menjawab tidak menerima dan karenanya tidak 
membaca layanan pesan singkat dari mbak ani pada 21 november 2009 saya yakin 
dengan pernyataannya. ketika hari di mana mbak ani menyatakan mengirimkan 
salinan pesan singkat untuk pak beye ke pak Kalla, pak kalla sedang ada di 
Medan, Sumatera utara. krisis ekonomi global membuat pak kalla keliling 
indonesia untuk memberi semangat pelaku usaha.

kepada anda saya kutipkan pernyataan pak Kalla di Medan pada hari yang 
dinyatakan mbak ani sebagai hari pengiriman pesan singkat ke pak beye yang 
di-cc ke pak kalla. di medan, pak kalla meminta masyarakat tidak khawatir akan 
ancaman pemutusan hubungan kerja di sektor industri akibat krisis keuangan 
global. selain menilai jumlahnya masih kecil, pemerintah juga terus berusaha 
mengatasinya dengan menggerakkan investasi di sektor infrastruktur.

seperti diakui di ruang pansus, krisis ekonomi global memang berdampak ke 
Indonesia. tetapi tidak seberapa. Saat di Medan, pak kalla mengemukakan, pasti 
ada penurunan permintaan namun secara umum aman. sampai akhir tahun 2009, pak 
Kalla menduga pemutusan hubungan kerja tidak besar jumlahnya. optimisme tetap 
dipegangnya.

saya tidak tahu jam berapa pesan singkat mbak ani dikirim ke pak beye lantas 
di-cc ke pak kalla. kalau pun pesan itu tertunda karena kendala sinyal lantaran 
sedang di dalam pesawat misalnya, pasti terkirim juga sesaat setelah sinyal 
menyambangi. dan seharian itu, pak kalla mengaku tidak mendapati pesan singkat 
seperti yang dimaksudkan mbak ani.

mungkinkah terhapus ajudan yang membawakan hape pak Kalla misalnya? bisa saja. 
tetapi menurut saya ini hampir mustahil. pak Kalla selalu membawa sendiri hape 
kecil di dalam sakunya. tidak seperti pejabat lain yang ketika itu gandrung 
dengan communicator terbaru atau mulai coba-coba blackberry, pak kalla memilih 
tetap memakai hape fungsionalnya. mereknya pun tidak populer untuk ukuran hape 
yaitu samsung.

pak kalla memilih hape itu karena kecil, ringan, dan mudah di bawa-bawa sendiri 
ke mana-mana. lagi pula, hape hanya digunakan pak kalla untuk menelepon, 
ditelepon, menerima, dan mengirim pesan singkat saja. sederhana dan fungsional 
saja pilihannya. dengan pilihannya itu, hape itu bisa dibawanya ke mana-mana. 
tidak perlu ajudan untuk membawakannya.

perkara dibawanya langsung hape kecil pak kalla saya dapati sendiri saat pak 
kalla berada di beijing, china pada awal krisis keuangan global, juli 2008. 
setelah menggelar jumpa pers, pak kalla mengajak kami berbincang-bincang di 
kamar hotelnya. di tengah perbincangan itu, pak kalla mengeluarkan hape dari 
saku kemeja lengan pendeknya . pesan singkat dibacakannya.

sambil tertawa, pak kalla bercerita tentang isi pesan singkat untuk hapenya. 
seorang muda asal makassar yang memasang baliho di mana-mana untuk maju sebagai 
calon presiden 2009. tidak usah saya sebut, anda sudah tahu siapa dia. dari 
seorang muda asal makassar itu, pak kalla mendapat pujian untuk suksesnya 
membangun bandara internasional hasanuddin. setelah melihat sendiri bandara 
hasanuddin, seorang muda itu menjadi yakin akan kemampuan anak bangsa 
mewujudkan pembangunan bandara internasional.

pak kalla tertawa dan menjawab pesan singkat itu. jadi orang tua juga bisa kan? 
jawaban pak kalla itu disampaikan untuk menyindir seorang muda itu yang selalu 
mewacanakan perubahan dan saatnya yang muda yang memimpin.

kami kemudian tertawa. tidak hanya karena jawaban pak Kalla, tetapi pada 
kenyataan merapatnya seorang muda itu ke kubu pak beye bersama dua saudaranya.

jadi, ke mana pesan singkat mbak ani itu dikirim? saya yakin, mbak ani tidak 
lupa nomor hape pak kalla. kalau tidak punya nomor pak kalla, tampaknya tidak 
mungkin karena kami saja punya.

Menurut anda ke mana ya nyasarnya?

Salam nyasar.


      

Kirim email ke