Analogi dari kasus penculikan bayi di puskesmas, waktu keluarga dari bayi
yang diculik hendak lapor ke polisi, dari pihak puskesmas mencoba mengulur
waktu (teknisnya saya lupa - disampaikan di tv).. Apakah mereka terlibat
untuk menyelamatkan penculiknya? :-p

Bagaimana dengan kasus di bawah? Adakah yang mengulur" waktu agar
RT tidak ditangkap? :-)

CMIIW..

-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com

http://www.republika.co.id/berita/101010/jika_tak_ditangkap_robert_tantular_kabur_ke_luar_negeri

Jusuf Kalla:
Jika tak Ditangkap, Robert Tantular Kabur ke Luar
Negeri<http://www.republika.co.id/berita/101010/jika_tak_ditangkap_robert_tantular_kabur_ke_luar_negeri>
Kamis, 14 Januari 2010, 13:31 WIB
<javascript: void(0)>
<javascript: void(0)>
<javascript: void(0)>
DAYLIFE.COM
Mantal Wakil Presiden Republika Indonesia, Jusuf Kalla
[image: print] <http://www.republika.co.id/print/101010>[image: Send to
friend] <http://www.republika.co.id/printmail/101010>

JAKARTA--Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), menegaskan jika mantan
pengendali saham Bank Century, Robert Tantular tidak ditangkap, maka Robert
akan melarikan diri ke luar negeri.

Itu alasan JK langsung memerintahkan Mabes Polri menangkap Robert. “Saya
menilai ada kejahatan, makanya, saya minta Mabes Polri menangkap Robert,”
kata JK saat diperiksa saat Panitia Khusus (Pansus) Angket Century, di
gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/1).

Menurut JK, pada 25 November 2008 Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan
Gubernur Bank Indonesia (BI) saat itu, melaporkan kondisi Bank Century
kepadanya. Setelah mendapat laporan, JK meminta Boediono melaporkan Robert
ke Mabes Polri atas dugaan tindak pidana perbankan.

Namun, lanjut JK, Boediono saat itu tidak mau mempolisikan Robert dengan
alasan tidak ada dasar hukumnya. Karena Boediono menolak melaporkan Robert,
JK langsung menelepon Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan meminta
Polri menangkap Robert dalam waktu dua jam.

Bambang pun kemudian memerintahkan Kabareskrim Komjen Susno Duadji menangkap
Robert di kantornya. “Kalau Susno telat 10 menit saja menangkap Robert dia
kabur ke luar negeri, karena saat ditangkap, Robert memegang tiket ke
Singapura,” tambah JK.

Anggota Pansus dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menilai, tindakan
JK meminta Kapolri menangkap Robert sebagai bentuk intervensi terhadap
lembaga penegak hukum. Menurut Ruhut, tindakan JK itu dapat merusakan
tatanan bernegara.

Namun komentar JK itu ditanggapi enteng oleh JK. “Saya tidak mengintervensi,
tapi memerintah Kapolri. Kalau Robert tidak ditangkap dia pasti melarikan
diri ke luar negeri.”

Gayus Lumbuun dari Fraksi PDIP, justru memuji tindakan JK memerintahkan
Kapolri menangkap Robert. Bahkan menurut Gayus, tindakan JK tersebut
didukung putusan pengadilan saat ini yang menjatuhkan vonis lima tahun
penjara kepada Robert.

“Tindakan bapak saya nilai tepat, dan harus memperoleh penghormatan dari
masyarakat,” tambah Gayus.
Red:
Ajeng
Reporter:
Andri Saubani

Pada 16 Januari 2010 09:57, liman PAP <[email protected]> menulis:

>
>
> Laporan wartawan KOMPAS Suhartono
> Jumat, 15 Januari 2010 | 19:53 WIB
> Kompas/Yuniadhi Agung
>
> BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Sehari setelah kesaksian mantan Wapres Jusuf Kalla
> di Pansus Hak Angket Century, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga
> Wapres RI, Boediono, langsung mengklarifikasi isi kesaksian Jusuf Kalla.
>
> Menurut Boediono sebelum pemilik Bank Century Robert Tantular ditangkap, BI
> sudah mengajukan status pencekalan terhadap Robert Tantular dan pengurus
> Bank Century lainnya kepada Menteri Keuangan seraya mempersiapkan kasus
> hukumnya.
>
> "Pak JK memang ingin Robert Tantular ditangkap ketika pada tanggal 25
> November saat saya bersama Menkeu Sri Mulyani dan Deputi Gubernur BI Siti
> Fadjrijah bertemu Jusuf Kalla (saat itu Wapres RI) di Istana Wakil
> Presiden," ujar Boediono kepada pers yang menyertai kunjungan kerjanya
> sambil makan malam bersama di hotel tempatnya menginap di Balikpapan,
> Kaltim, Jumat (15/1/2010) malam.
>
> "Tapi saya berpendapat landasan hukumnya harus disiapkan dulu. Hari itu
> juga BI mempersiapkan dan menyampaikan laporannya kepada kepolisian,"
> sambungnya.
>
> Selanjutnya, kata Boediono, berkas-berkas BI itu yang menjadi dasar
> tindakan kepolisian terhadap Robert Tantular.
>
> Ditanya apakah makna penjelasan ini terkait dengan kesaksian Jusuf Kalla
> kemarin di Pansus Hak Angket Century di Gedung DPR, Boediono mengelak
> menjawab. "Saya cukup memberikan penjelasan saja. Saya tidak mau berkomentar
> lagi," katanya.
>
> Sebelumnya, Boediono menyatakan ingin memberikan pernyataan terkait
> posisinya sebagai mantan Gubernur BI. Boediono menegaskan komitmennya tetap
> terhadap masalah hukum kepada siapa pun yang menyelewengkan Bank Century.
>
> Lebih jauh Boediono mengatakan pada tanggal 20 November 2008 dalam rapat
> tidak resmi di Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), pihaknya sudah
> menyampaikan tentang permintaan pencekalan terhadap Robert Tantular dan
> pengurus Bank Century lainnya.
>
> Bahkan, menurut Boediono, dalam instruksinya secara internal kepada BI,
> Boediono mengaku pernah menyatakan bahwa Robert Tantular harus
> mempertanggungjawabkan banknya. "Bilamana perlu, sampai celana kolornya,"
> katanya.
>
> Boediono menambahkan, pada tanggal 24 November 2008 pada rapat KSSK,
> pihaknya juga menyampaikan bahwa BI sedang menyiapkan kasus hukum terhadap
> Robert Tantular.
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke