*Delegasi Dinilai Bohong *
*Kegagalan Konferensi Bukan Kesalahan Indonesia*

Selasa, 19 Januari 2010 | 04:00 WIB

Jakarta, Kompas - Komisi VII DPR menyatakan, delegasi RI untuk Konferensi
Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, telah melakukan pembohongan
publik. Hal itu dikaitkan dengan empat hal yang diputuskan delegasi RI
selama konferensi, 7-18 Desember 2009.

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial yang memimpin rapat dengar
pendapat, Senin (18/1) di Jakarta, pimpinan DPR sebelumnya memperoleh surat
dari beberapa lembaga swadaya masyarakat yang beranggapan bahwa delegasi RI
melakukan pembohongan publik. LSM itu meliputi Wahana Lingkungan Hidup
Indonesia (Walhi), Institut Hijau Indonesia, Koalisi Rakyat untuk Keadilan
Perikanan (Kiara), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Koalisi Antiutang,
Serikat Petani Indonesia, dan Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim.
Laporan diterima 5 Januari 2010.

Kemarin, Komisi VII mengundang jajaran pengurus Dewan Nasional Perubahan
Iklim (DNPI) dengan Ketua Harian Rachmat Witoelar—juga Ketua Delegasi RI ke
Kopenhagen. Komisi VII Juga mengundang 4 LSM, yaitu Walhi, The Center for
International Forestry Research (Cifor), WWF-Indonesia, dan Indonesian
Center for Environtmental Law (ICEL).

Keempat kebohongan terhadap publik itu meliputi, pertama, Indonesia
menandatangani Copenhagen Accord demi meraih pendanaan dari negara industri.
Kedua, 16 paragraf pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyentuh
substansi dimensi kelautan dan ancaman perubahan iklim terhadap negara
kepulauan seperti Indonesia.

Ketiga, Indonesia inkonsisten ketika berkomitmen menurunkan emisi 26 persen,
tetapi tidak bersedia berkomitmen menghentikan konversi hutan alam. Keempat,
delegasi menggunakan ajang konferensi untuk mendapat utang-utang baru. Uni
Eropa dan Amerika Serikat berkomitmen salurkan 10 miliar dollar AS pada
2010-2012, 50 persennya dalam skema utang luar negeri.

Rachmat menanggapi hal itu dengan mengatakan, kegagalan konferensi itu sama
sekali bukan karena kelemahan delegasi RI. ”Itu karena negara-negara seperti
Venezuela, Bolivia, Nikaragua, dan Kuba menyatakan keluar dari perundingan
ketika ingin dicapai suatu kesepakatan,” ujarnya. (NAW)
Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/19/04002060/delegasi.dinilai.bohong..
..
----------------------------
Keanekaragaman budaya Indonesia dari satu sisi adalah kekayaan, tetapi dari
sisi lain adalah kerawanan. Sebagai kekayaan, keanekaragaman budaya dapat
menjadi sumber pengembangan budaya hibrida yang kaya dan tangguh, melalui
penyuburan silang budaya. Sebagai kerawanan, keanekaragaman budaya
melemahkan kohesi antarsuku dan pulau.

Berbagi informasi adalah hal terpenting dalam bermasyarakat. Terlebih bagi
nelayan tradisional dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil dan masyarakat luas yang tinggal di belahan bumi lainnya.

Kunjungi situs web KIARA di http://www.kiara.or.id. Pastikan Anda adalah
orang yang pertama kali mengetahui perkembangan informasi kelautan dan
perikanan nasional.
----------------------------------------------------

Mida Saragih
Divisi Manajemen Pengetahuan KIARA
[email protected]

Sekretariat Nasional Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA)
Jl. Tegal Parang Utara No. 43
Mampang, Jakarta 12790
Indonesia
Telp. +62 21 797 0482
Faks. +62 21 797 0482


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke