Jumat siang saya naik KA Eksekutif Lodaya Bandung-Yogya.
Di tengah rute KA berhenti lama sekali, sehingga beredar isu Lokomotif mogok. 
Setelah saya datangi Loko ternyata masih on.
 
Setelah melintas dari arah timur serangkaian KA yang dipenuhi para BONEK, 
tahulah kami bahwa ternyata KA Eksekutif kami harus 'mengalah' karena dari arah 
berlawanan ada KA 'Bonek' yang diupayakan jangan sampai berhenti (stop) di 
stasiun mana pun.
 
Minggu pagi saya dapat berita bahwa para BONEK membuat kerusuhan dan kerusakan 
serius di Solo dll sepulang mereka dari BAndung, malahan Kapolda terkena 
lemparan batu segala.
 
Lha, masak kayak begini ditolelir terus? Menurut saya Polisi harus dengan tegas 
menindak mereka, dan ke depan tidak boleh lagi ada istilah BONEK yg dengan 
seenaknya minta dianter gratis pake KA milik umum, membuat ketakutan di 
sepanjang perjalanan dan bahkan bikin kerusakan fasilitas umum atau mencelakai 
masyarakat.
Jangan2 pak Pulisi engga berani?
 
Saya yakin kalo pak Pulisi berani, seluruh masyarakat akan memberi dukungan 
penuh. Kenekatan & kebrutalan harus DICEGAH, tidak boleh terjadi lagi.
Tapi ... sekali lagi apakah pak Pulisi berani berhadapan sama Bonek????
 
Aku yang sepi ing pamrih
Surabaya


      Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke