Berarti Anda tak mengikuti perdebatan kesetaraan gender sejak awal, Pak 
Budyanto. Terlalu panjang ceritanya untuk dikisahkan kembali di sini bagaimana 
asal muasal perbedaan antara Si Andi dan saya (serta miliser lain seperti Sdr. 
Mariana, Sdr. Rini, Sdr. Laura, dan Sdr. Loekyh). 
   
  Bedanya, menurut saya, Si Andi menjelaskan manusia dari perspektif hewan, 
seolah-olah evolusi manusia berhenti pada tahap yang sama dengan evolusi hewan. 
Saya berpendapat bahwa manusia terus berevolusi melampaui hewan, dan ujud 
kelebihan ini adalah adanya moral sense, yang tak terdapat pada hewan. Baik 
evolusi fisiologis maupun moral, keduanya sama-sama penting. Maka, meski dari 
segi evolusi fisiologis mungkin laki-laki lebih dominan daripada perempuan, 
dari segi evolusi moral sense (yang juga melibatkan reason dan emotion), 
perempuan tidak lebih rendah daripada laki-laki. 
   
  Karena manusia bukan hewan, maka paradigma bahwa jantan lebih superior 
daripada betina tak dapat diterapkan pada manusia. Jika kedua aspek, yakni 
fisiologis dan moral, sama-sama diperhitungkan, maka tak ada yang lebih 
superior atau lebih rendah. 
   
  Semoga sesudah ini tak heran lagi.
   
  manneke
  PS: Terima kasih atas artikel tentang psikologi sekuriti. Sangat menarik dan 
berguna buat saya!

"Budyanto Dj." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  On 16 Mar 2007 at 5:09, loekyh wrote:
> Pak Manneke, mbak Marianna, Laura, dll, bung si_Andi itu teman 
> diskusi yang hebat dan enak lho.

Iya nih, saya agak heran kenapa Pak Manneke bisa "seolah-olah" berseberangan 
dengan Pak Andi. Padahal Pak Andi juga berada pada sisi yang sama (mendukung 
kesetaraan gender.).

Yang saya tangkap dari penjelasan panjang Pak Andi adalah: bahwa manusia 
memiliki 
warisan "naluri" yang merupakan hasil evolusi. Ini bukan diungkapkan untuk 
menentang 
"kesetaraan gender", karena Pak Andi juga mengemukakan bahwa selain "naluri" 
toh 
manusia juga memiliki "kesadaran".

Mengenai "otak manusia" yang disinggung oleh Pak Loekyh, saya jadi teringat 
sebuah 
tulisan singkat yang cukup menarik, yang saya baca belum lama ini. Tulisan itu 
membahas masalah "risk" dan "security", dan bukan mengenai masalah "kesetaraan 
gender". Meskipun demikian, mudah-mudahan setidaknya isinya bisa menjadi 
pengetahuan tambahan buat kita dan ada sedikit relevansinya dengan topik ini... 
Silahkan dibaca di bawah ini.

salam,
Budyanto Dj.
--
http://klikvnet.NET

Kirim email ke