Quote dr tulisan dibawah ini
"Kalau saya diposisi HMS, mungkin saya akan melakukan hal yang sama demi 
terwujudnya ketertiban."

Wah wah...kalo ada banyak rakyat Indonesia seperti ini, jadi kayak apa ya 
bangsa ini...melegalkan pembantaian hanya untuk mewujudkan ketertiban???

riyanto

-----Original Message-----
From:"Habibie Nugroho Wicaksono" <[email protected]>
Date: Mon, 1 Feb 2010 17:28:31 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Buat Kicky..Gus Dur

 PahlawanNasional,Suharto Penjahat Nasional!
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset=UTF-8
Content-Transfer-Encoding: 7bit

Mengenai pembantaian terhadap umat islam yang dilakukan oleh PKI sebelum G30S 
juga dituturkan oleh ayah saya. Seorang rekan saya yang berasal dari madiun 
juga menuturkan bahwa kakeknya pun juga mengatakan hal yang serupa. Intinya, 
ada kekejian PKI terhadap umat islam.
Saya sendiri waktu itu belum lahir, jadi ya tidak tahu seperti apa waktu itu. 
Bisa jadi memang PKI, atau bisa juga konspirasi. Hanya Allah yang benar-benar 
tahu. Tapi, saya rasa sih, meskipun mungkin memang PKI pelakunya, toh belum 
tentu juga semua kader PKI terlibat. Mungkin pembantaian ini hanya masalah elit 
PKI dan sejumlah ekstrimis PKI saja, yang didukung oleh pihak-pihak tertentu. 
Toh masih ada kader PKI yang punya hati nurani.
Sulit bagi saya untuk menyalahkan petinggi pada waktu itu, baik Bung Karno 
dengan nasakom, HMS dengan ganyang PKI, maupun pemberontakan PKI itu sendiri. 
Bagaimanapun situasi saat itu memang sulit, dimana masing-masing elit 
memperjuangkan prinsip masing-masing. Kalau saya diposisi HMS, mungkin saya 
akan melakukan hal yang sama demi terwujudnya ketertiban. Kalau saya diposisi 
Bung Karno, saya akan coba mempertahankan nasakom demi persatuan dan keutuhan 
bangsa. Kalau saya Aidit, mungkin saya akan melakukan hal yang sama demi 
keadilan sosial yang diyakininya.
Yang jelas, rakyat sudah menjadi korban. Ada keluarga yang tercerai berai. 
Tetangga minum kopi bersama saling tuding dan saling bunuh.
Saya rasa cukup segala pertentangan. Sangat sulit meluruskan sejarah yang 
pelaku utamanya sudah banyak yang meninggal. Saya harap, masalah sejarah 
seperti ini masing-masing pihak boleh mengkonfrontir satu sama lain, tapi 
jangan sampai ada pelecehan atau pun hujatan kepada tokoh-tokoh ini. Meskipun 
mungkin mereka berdosa, tapi itulah risiko seorang pengambil keputusan. Kita 
tetap harus hormati mereka terlepas adanya kekejian yang mereka lakukan 
terhadap orang-orang tidak bersalah.
Bagaimanapun rakyatlah yang jadi korban sebenarnya. Semoga, kita bisa saling 
berangkulan dan menghentikan semua perselisihan yang ada.

Salam

Habibie Nugroho Wicaksono



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke