Masalahnya sudah banyak duit, pasti butuh orang-orang di bawah untuk selau dan 
selalu  yapak, yapak. Di tempat lain sudah 'gak laku, yang uang yang banyak itu 
dibuat untuk membeli yapak, yapak tadi. Anis mungkin kejangkitan sindroma AR.

Zul

--- On Sun, 2/7/10, Habibie Nugroho Wicaksono <[email protected]> wrote:

From: Habibie Nugroho Wicaksono <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dukung Nasional Demokrat
To: [email protected]
Date: Sunday, February 7, 2010, 6:13 PM







 









      Ada dua hal yang membuat saya memvonis dini bahwa ormas ini bakal

tidak membawa manfaat bagi bangsa. Yang pertama adalah iklannya dan

yang kedua adalah acara pembukaannya.

Pertama, dari iklan saya melihat bahwa ormas ini sepertinya hanya

sebatas ormas politik umumnya yang menjual mimpi ideologi saja. Tidak

terlihat jelas segmentasi ormas ini beserta produk nyata yang

diharapkan. Nasionalisme yang ditawarkan sungguh tidak jelas, apakah

nasionalisme sungguhan atau nasionalisme kepentingan golongan. Saya

melihat, ormas ini hanya akan menjadi alat penggalangan massa untuk

kepentingan golongan tertentu berbasis politik, seperti demo atau pun

kampanye.

Alasan kedua mengapa saya pesimis adalah acara pembukaan yang

terlampau mewah. Dari sini saja, sudah jelas bahwa ormas ini akan

sangat seremonial.

Saran saya, ormas ini harus lebih fokus pada misi-misi pemberdayaan

masyarakat dari aspek ekonomi. Kalau masyarakat sudah makmur,

pendidikan akan terjangkau bagi mereka sehingga nantinya masalah

ideologi akan terselesaikan dengan sendirinya. Kalau ormas ini masih

berbasis penggalangan massa, ya rasanya sih akan sia-sia seperti

ormas-ormas lainnya.

Kirim email ke