Partai Koalisi SBY dan Partai Demokrat kelihatannya sudah mulai berani melawan 
terhadap ancaman Pergantian Mentri dari Partai Politik yang tidak mendukung 
Kebijakan Pemerintah dalam kasus bailout Bank Century.
Bila ancaman tersebut benar - benar dilakukan, maka Partai Koalisi yang 
tertinggal hanya tinggal PKB. 

PAN yang katanya Hidup di Ketiak SBY demi untuk mendapatkan bagian dari kue 
kekuasaan, ternyata juga melawan tekanan SBY dan Partai Demokrat.

PAN dan Partai Koalisi SBY lainnya kelihatannya lebih takut terhadap 
kecaman masyarakat dibandingkan ancaman dari SBY dan Partai Demokrat.
Kelihatannya SBY dan Partai Demokrat harus realistis melihak kenyataan 
dilapangan serta harus berfikir seribu kali bila tetap ingin melaksanakan 
ancamannya.
Bila sampai SBY dan Partai Demokrat salah langkah, maka nasibnya bisa di ujung 
tanduk.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Sen, 8/2/10, suryo pratomo <[email protected]> menulis:


Dari: suryo pratomo <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Politik Machiavellis
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 8 Februari, 2010, 1:12 PM


  




> Jangan Jadi Machiavellis
> Sabtu, 6 Februari 2010 18:28 WIB
> 
> Skandal Bank Century terus bergulir. Panitia Khusus
> Bank Century terus mencoba melakukan penyelidikan atas kasus
> yang membuat negara harus mengeluarkan dana Rp 6,7 triliun
> untuk menyelamatkan bank tersebut. Semakin mendekati masa
> akhir tugas Pansus Bank Century, semakin tegang orang
> menunggu rekomendasi apa yang akan dikeluarkan oleh Pansus.
> 
> Dinamika yang terjadi di dalam Pansus membuat Partai
> Demokrat merasa terpojokkan. Reaksinya segera tampak dengan
> menggunakan mandat kekuasaan untuk menekan pihak-pihak yang
> dianggap membahayakan posisi mereka. Terutama yang dicoba
> ditekan adalah partai-partai koalisi yang duduk dalam
> pemerintahan.
> 
> Isu perggantian menteri yang disampaikan Sekretaris
> Jenderal Partai Demokrat Amir Syamsudin bukan lagi
> mengindikasikan adanya manuver ke arah sana, tetapi
> nyata-nyata sebagai bentuk penekanan. Sekjen Partai Demokrat
> meminta kepada Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono
> untuk mengganti
> menteri-menteri dari partai koalisi yang tidak mendukung
> sikap pemerintah dalam skandal Bank Century.
> 
> Langkah yang ditempuh Partai Demokrat sangat wajar apabila
> dilihat dari kepentingan politik Partai Demokrat. Hanya saja
> melihat realita yang terjadi selama penyelidikan dengan
> menghadirkan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam
> pengambilan keputusan langkah penyelamatan Bank Century,
> terlalu riskan apabila Partai Demokrat hanya melihat
> kepentingan dirinya sendiri.
> 
> Orang akan mudah menilai bahwa langkah yang dilakukan
> Partai Demokrat adalah cara-cara Machiavellis. Partai
> Demokrat bisa dinilai menghalalkan segala cara untuk
> mempertahankan citranya, meski kenyataan yang didapat di
> lapangan menunjukkan adanya pelanggaran dalam proses
> penyelamatan Bank Century.
> 
> Rekaman terakhir yang diperdengarkan di Pansus Bank Century
> mengenai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menunjukkan
> adanya agenda khusus untuk menyelamatkan Bank Century.
> Perubahan Peraturan Bank Indonesia mengenai Fasilitas
> Pendanaan Jangka Pendek dengan mengubah besarnya rasio
> kecukupan modal (CAR) jelas-jelas ditujukan hanya sekadar
> untuk menyelamatkan Bank Century.
> 
> Dalam rekaman terdengar jelas bahwa beberapa anggota Dewan
> Gubernur Bank Indonesia sendiri menyatakan
> ketidaksetujuannya. Berbagai pelanggaran terhadap prinsip
> ketidakhati- hatian yang dilakukan pengelola Bank Century
> tidak pantas membuat bank tersebut harus diselamatkan.
> Pandangan ini semakin menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada
> dasar kegagalan sistemik yang harus ditakutkan apabila bank
> tersebut ditutup.
> 
> Namun kita melihat sekarang ini bahwa langkah penyelamatan
> tersebut menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Seakan-akan
> ancaman kegagalan sistemik itu sesuatu yang begitu
> menakutkan apabila langkah penyelamatan tidak dilakukan.
> Padahal, beberapa pihak menganggap indikator kegagalan
> sistemik hanya sekadar pembenaran terhadap kebijakan yang
> sudah diambil.
> 
> Kita menilai tepat sikap yang disampaikan partai-partai
> anggota koalisi. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie
> misalnya menegaskan bahwa koalisi yang dilakukan Golkar
> dengan Presiden Yudhoyono adalah koalisi untuk kebaikan
> Indonesia. Kalau kemudian yang terjadi adalah kesalahan yang
> tidak bisa ditolerir, maka Golkar tidak mungkin untuk
> membela secara membabi-buta.
> 
> Golkar sama sekali tidak khawatir bahwa atas sikapnya ini
> harus kehilangan kadernya di kabinet. Bahkan menurut
> Aburizal Bakrie, demi memberi sumbangsih bagi kemajuan
> Indonesia, Golkar akan berada paling depan untuk menarik
> kadernya yang tidak menunjukkan kinerja yang baik.
> 
> Sikap yang sama disampaikan anggota Partai Keadilan
> Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan yang duduk di
> Pansus Bank Century. Menurut pandangan mereka, koalisi harus
> ditujukan untuk menegakkan kebenaran, bukan membenarkan
> sebuah kesalahan.
> 
> Partai Demokrat sedang menggali
> kuburnya sendiri apabila memainkan gaya berpolitik yang
> Machiavellis. Dengan fakta-fakta yang begitu terang
> benderang, salah besar apabila Partai Demokrat ingin
> membelokkannya. Yang harus dilakukan adalah bagaimana
> membuat kerugiannya seminimal mungkin, sebab tidak mungkin
> lagi untuk menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan
> skandal Bank Century.
> 
> Penegakan kebenaran terhadap skandal Bank Century menjadi
> sebuah keharusan. Sekali lagi, masyarakat sudah memiliki
> kesimpulannya sendiri setelah mengikuti dengan saksama semua
> yang terjadi dalam Pansus Bank Century. Masyarakat sekarang
> hanya ingin tahu, apakah penilaian mereka sama atau tidak
> dengan logika yang ada di benak anggota DPR.
> 
> Kalau saja logika DPR berbeda dengan logika masyarakat,
> maka semakin lunturlah legitimasi anggota Dewan di mata
> masyarakat. Sekarang ini masyarakat tidak cukup merasa
> diwakili oleh anggota DPR, karena kaca mata yang
> dipergunakan anggota Dewan seringkali berbeda
> dengan kaca mata masyarakat.
> 
> Ini tentunya sinyal yang kurang baik bagi DPR. Kalau
> ketidakpercayaan itu terus berlanjut, bisa-bisa masyarakat
> kemudian kehilangan sama sekali kepercayaannya kepada DPR.
> Akibatnya, kehadiran lembaga negara itu akan menjadi tidak
> akan ada artinya.
> 
> Oleh karena itu penting bagi anggota Pansus Bank Century
> dan juga DPR untuk mendengar secara langsung apa suara hati
> masyarakat. Datang dan temui masyarakat dengan hati dan
> pikiran yang terbuka. Jangan datang dengan agenda yang ada
> di dalam pikiran kita, karena akan menjauhkan kita untuk
> bisa menangkap apa sebenarnya aspirasi yang berkembang di
> dalam hati masyarakat.
> 
> Tentunya penting pemerintah pun melakukan hal yang sama.
> Kalau tidak percaya akan aksi demonstrasi yang marak terjadi
> sekarang ini, datanglah langsung ke kantung-kantung
> masyarakat. Pasti akan bisa didapatkan suara yang murni dan
> bisa dijadikan pegangan untuk melangkah ke depan.
> 
> Jauhkan
> sikap untuk menyangkal terhadap diri sendiri. Karena
> kepentingan pribadi yang terlalu kuat, kita sering melakukan
> self-denial. Akibatnya kita salah untuk membaca keadaan.
> 
> Tidak ada satu pun di antara kita yang mengharapkan
> pemerintahan ini gagal untuk menjalankan tugasnya
> memperbaiki kehidupan rakyat. Agar kita tidak gagal dalam
> lima tahun ke depan, janganlah kita membohongi terhadap apa
> yang terjadi di awal pemerintahan ini. Ketidakpercayaan
> masyarakat akan membuat pemerintah sulit untuk menjalankan
> tugas lima tahun ke depan.








      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke