http://www.surya.co.id/2010/02/16/century-seret-moeis-nama-nirwan-bakrie-disebut.html
Century Seret Moeis, Nama Nirwan Bakrie Disebut Selasa, 16 Februari 2010 | 9:01 WIB | Posts by: jps | Kategori: Hukum, Jabar & Banten | ShareThis JAKARTA - SURYA- Politisi senior PDIP, Emir Moeis, diduga menikmati dana Bank Century. Ketua Komisi XI DPR, membidangi masalah ekonomi, keuangan, dan perbankan, itu membantah keras dugaan itu. Dugaan ini muncul dalam dokumen ‘Transaksi Keuangan Mencurigakan atas Nama ZEM’ (terkait penggelapan dana kas valas Bank Century). ZEM adalah Zederick Emir Moeis, anggota DPR dari PDIP. Di dalamnya disebut, Emir rutin menerima setoran valas tanpa disertai fisik bank notes ke rekeningnya selama 2007-2008. Juga menerima dana valas secara tunai yang tidak dicatat dalam pembukuan bank. Ada indikasi, asal dana dari penggelapan kas valas Bank Century oleh mantan Kepala Divisi Bank Notes, Dewi Tantular, adik Robert Tantular. Pada 2008, Emir disebut dua kali menitipkan dana tunai sekitar Rp10 miliar di Century. Dana itu diambil petugas bank dari sekretaris Nirwan D Bakrie yang di Wisma Bakrie 2 di Kuningan. Emir membantah dugaan itu, meskipun mengakui ia menjadi nasabah Century sejak 2004. “Soal aliran dana saya tidak terlibat. Yang bermain dalam kasus Century itu siapa, kalau saya terlibat ini politiknya jungkir balik dong,” katanya. “Sejak Bank Century di-bail out saya sudah tutup transaksi. Dan tak pernah menerima satu senpun dari Century,” tuturnya di Gedung DPR, Senin (15/2). Emir mengaku baru tahu Century bermasalah sejak kasusnya mencuat. Kalaupun ada pengambilan uang dalam hitungan miliar, itu terjadi awal 2008 dan bukan pada periode bail out. Emir juga mengaku kenal dekat dengan Nirwan D Bakrie, adik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Hubungan mereka berlangsung sejak kecil. Bahkan berlanjut akrab sampai ke urusan bisnis. Sementara itu Gayus Lumbuun menyangkal rekannya di PDIP terlibat. “Saya sebagai wakil ketua fraksi dan wakil Pansus Century menyatakan hal itu tidak benar,” kata Gayus. “Kami usut semua tahapan. Nama Pak Emir tidak ada di sana. Saya menduga ini untuk mengalihkan pengusutan kasus Bank Century,” pintanya. Nama Emir juga santer disebut sebagai satu dari 41 anggota dewan yang disinyalir menerima dana suksesi Deputi Senior Gubernur BI Miranda Gultom sebesar Rp 500 juta.
