Saya hanya ingin sedikit mengomentari atas komentar mas andry. Logika berpikir ini persis muncul saat habibie mencanangkan membangun IPTN. Semuanya tidak siap, tapi dengan semangat bambu runcing bangsa indonesia, semuanya bisa on-time. Apakah itu semuanya karena gaji ? mental ? semangat nasionalisme yang tinggi. Menurut saya yang ketigalah mencuat karena ada kebangga sebagai warganegara indonesia walaupun mereka diiming-imingi dengan penghasilan berlipat di negara pemberi lisensi pesawat.
Logi berfikir itu wajar sekali, karena bangsa kita sudah terpola dengan adanya tekanan dulu baru muncul nasionalisme. Contoh program konversi minyak ke gas. Sekarang ini tukang bakso kalo disuruh kembali ke minyak pasti ngamuk. Artinya awal menolak, lalu ada tekanan dan terakhir muncul nasionalisme. Mungkin itulah landasan berfikir peneliti LIPI. Saya memahami kekhawatiran mas atas segala kondisi, tetapi dalam berkarya itu bukan menjadi penghambat karena mas belum membuka batin tentang potensi yang tersembunyi (sebutlah adanya weakness dan threat ----- kita lanjutkan itu bagaimana menjadikannya kekuatan dan peluang). Menurut saya pola pikir mas andry menjadikan mas orang yang terpuruk, tidak diakui dan selalu memblaim semua orang itu salah dan goblok). Kalo mas bisa outward looking saya yakin mas adalah orang yang sangat diharapkan oleh negara ini. I love you full (saya suka sekali gunakan istilah mbah surip yang disitir sama Mas Manneke) M.I. Hussein Maju Terus Bersama OLTN On 2/16/10, andryansyah <[email protected]> wrote: > > > > Saya ingin menanggapi tulisan Muhammad Subekti, > > Saya dengan tegas mengatakan bahwa anda telah melakukan pemutaran fakta dan > ini sangat mungkin akan menjerumuskan negara pada kondisi yang sangat > menyedihkan!!! > > Peneliti LIPI yang bila LUCU itu buat saya TOLOL, dan sangat berbahaya, > mengapa dia tidak berikan logika jernihnya. PLTN itu kalau ada di Indonesia > bahan bakarnya harus terus diimpor entah sampai berapa ratus tahun, tetapi > tidak pada pembangkit listrik yang ada sumber energinya di Indonesia. Jadi > memang peneliti LIPI yang bilang lucu itu sangat LUCU tapi kurang ajar buat > saya!!! > > SDM, teknologi, dan Uranium akan siap kalau ada PLTN, buat saya penuh > kebohongan, buktinya apa? > > Kalau dibilang SDM siap itu siap apanya, siap untuk mengoperasikan? Kalau > untuk itu sih saya kira memang tidak ada masalah, karena buat saya orang > Indonesia banyak yang pintar dan mudah dididik. Masalahnya orang pintar > Idonesia itu seringnya ngakali orang lain karena merasa dirinya pintar, dan > otak busuk orang pintar Indonesia (para pemimpin) selama ini terbukti telah > menghancurkan dan membuat Indonesia tidak mandiri dalam teknologi!! Buktinya > apakah bisa ditunjukkan bahwa sdm Indonesi akan siap mandiri dalam > pengoperasian PLTN, dalam arti bisa buat sendiri bahan bakar nuklirnya, bisa > buat sendiri tube penukar panas bila ada yang jebol, bisa buat sendiri pipa > pendingin primer bila rusak, bisa buat kelongsong bahan bakar bila > menggembung, bisa melakukan inspeksi dengan teknik uji tak rusak sendiri.... > > Teknologi adalah alasan saya yang paling utama mengapa NKRI jangan memakai > PLTN dahulu. Jelas sumber energinya tidak mampu kita siapkan sendiri dengan > banyak sebab dan keinginan yang memang tidak pernah ada. Belum pada > teknologi logam secara umum untuk memenuhi kebutuhan PLTN. Coba saya diberi > info, apakah Indonesia sudah mampu membuat sendiri baja tahan karat (SS) > (bukan hasil melebur SS) dan sudah digunakan untuk apa? Kalaulah secara > teknologi kita mampu, saya mengusulkan kita buat sendiri dulu PLTU sebanyak > mungkin, buat PLTA dengan banyak skala, buat pembangkit listrik tenaga > matahari dengan teknologi dome, perbanyak kincir angin untuk keperluan > listrik di darah pegunungan yang jaringan listriknya terbatas, dan buat > sendiri pembangkit listrik dengan bahan bakar gas dan panas bumi. Kalau yang > jelas untuk pembangkit listrik yang sumber energinya ada saja tidak > sanggung, JANGAN MIMPI ANEH-ANEH UNTUK PUNYA PLTN, logikanya yang logis > ya..... > > Benar kita bisa dapat banyak uranium dari negeri sendiri, tapi > mampu/boleh/mau kah kita mengolahnya dulu untuk membuktikan kemampuan kita > bahwa kita bisa mengolahnya untuk menjadi bahan bakar nuklir. Negara ini > konon sudah puluhan tahun mengoperasikan reaktor riset nuklir, adakah itu > ditunjang dengan kemampuan membuat sendiri bahan bakar nuklirnya dari > uranium yang ada di Indonesia. Kalau belum jangan membohongi sebagian warga > NKRI yang tidak tahu bahwa seolah kita punya banyak uranuim dan bisa > menggunakannya untuk PLTN, itu pemutaran fakta yang sangat KEJI!!!! > > Tolong jangan gunakan kepintaran kita untuk ngakali orang lain hanya demi > kemakmuran diri sendiri!!!! > > andry > PNS-BATAN
