http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/22/Politikhukum/3400034.htm ===================
Jakarta, Kompas - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM harus membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi itu dan menjadikannya layak dipercaya. Kepercayaan dan kredibilitas itu harus dibangun bersama antaranggota dan staf Komnas HAM serta dengan menjaga relasi kerja dengan lembaga lain tanpa harus kehilangan misi utama Komnas HAM. Sosiolog Melly G Tan menuturkan hal tersebut di sela-sela uji publik calon komisioner Komnas HAM periode 2007-2012, Rabu (21/3) di Jakarta. Bagi Melly, merebut kembali kepercayaan publik itu penting karena saat ini Komnas HAM dihadapkan pada konfigurasi penegakan hukum dan HAM yang lemah. Kondisi itu bukan semata- mata akibat lemahnya kinerja Komnas HAM. Ia berpendapat, institusi penegak hukum lainnya, seperti kejaksaan, kepolisian, dan Mahkamah Agung juga ikut bertanggung jawab atas merosotnya kepercayaan publik pada upaya penegakan HAM. Apalagi, perjuangan menegakkan HAM belum menjadi gerakan bersama. Dalam kondisi seperti itu, Komnas HAM sebenarnya dapat membangun kembali kepercayaan publik, salah satunya dengan memilih komisioner yang mampu membangun komunikasi antar-instansi. Juga komisioner yang mampu menjalin kerja sama dengan instansi lain dan mengajak mereka melindungi HAM. Sementara itu, menurut calon komisioner Tati Krisnawaty, upaya yang juga dapat ditempuh Komnas HAM untuk merebut kepercayaan publik kembali adalah dengan mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu yang gelap. Pengungkapan harus akuntabilitas dan transparan. (*/JOS)
