NDH
5 8 2010
ACC WS
DAN ASALKAN NKRI
DASAR HAM HAA HAK AZASI ALAM PS PANCA SILA
NDH
> -------- Original-Nachricht --------
> Datum: Wed, 4 Aug 2010 22:56:39 +0800 (SGT)
> Von: Wal Suparmo <[email protected]>
> An: [email protected]
> CC: apul <[email protected]>
> Betreff: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa
> Terulang"
>
>
>
> Sal;am,
> Orang daerah malah korupsinya lebih hebat dari orang pusat.Tetapi saya
> setuju NEGARA FEDERAL namum tetap dalam linhkup NKRI seperti Amerika,
> Jerman, Swiss dsb.
>
> Wasalam,
> Wal Suparmo
>
> --- Pada Rab, 4/8/10, ingan apul sitepu <[email protected]> menulis:
>
> Dari: ingan apul sitepu <[email protected]>
> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa
> Terulang"
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 4 Agustus, 2010, 12:28 AM
>
>
>
> betul sekali pendapat Pak Wal,sepertinya model NKRI sudah tidak cocok
> lagi saat ini karena saat ini yang ada hanya kesatuan para koruptor
> republik indonesia yang semakin kuat,melumat kaum melarat mewariskan
> sifat laknat diseantero jagat.
>
> Pada tanggal 01/08/10, Wal Suparmo <[email protected]> menulis:
> > Salam,
> > Ternyata yang meledakkan kerusuhan itu BUKAN RAKYAT jelata tetapi para
> > PEMIMPIN baik POLITIK apalagi AGAMA. Mereka menghasut rakyat.Jadi ibu
> kota
> > mau dipindah kemana saja,TIDAK BERGUNA., alias sama saja.
> >
> > Wasalam,
> > Wal Suparmo
> >
> > --- Pada Kam, 29/7/10, Satrio Arismunandar
> <[email protected]>
> > menulis:
> >
> >
> > Dari: Satrio Arismunandar <[email protected]>
> > Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa
> Terulang"
> > Kepada: "news Trans TV" <[email protected]>, "kampus tiga"
> > <[email protected]>, [email protected], "ex menwa
> UI 2"
> > <[email protected]>, "HMI Kahmi Pro Network"
> > <[email protected]>, "Indonesia Rising"
> > <[email protected]>, "ppiindia"
> <[email protected]>,
> > "nasional list" <[email protected]>, "technomedia"
> > <[email protected]>, "jurnalisme"
> <[email protected]>,
> > "AJI INDONESIA" <[email protected]>, "Forum Kompas"
> > <[email protected]>, "warta-lingk"
> > <[email protected]>, "sastra pembebasan"
> > <[email protected]>
> > Tanggal: Kamis, 29 Juli, 2010, 4:43 PM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 98 Bisa Terulang"
> > Arfi Bambani Amri
> > Kamis, 29 Juli 2010, 16:25 WIB
> >
> >
> >
> > VIVAnews -
> > Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
> > Indonesia, Andrinof Chaniago, menyatakan pemindahan Ibukota ke luar
> > Pulau Jawa mendekati titik urgensi. Menurutnya, Jakarta berpotensi
> > mengalami ledakan sosial dalam rentang 20 tahun yang akan datang.
> >
> > "Kalau
> > tidak ada keputusan politik untuk pindah, kita mungkin menghadapi
> > ledakan sosial seperti Mei 1998," kata Andrinof dalam jumpa pers di
> > sebuah restoran di Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.
> >
> > Ledakan sosial
> > itu, kata anggota Visi Indonesia 2033 itu, karena menajamnya
> > kesenjangan sosial di Jakarta. Kelas menengah ke bawah yang tak bisa
> > mengakses perumahan murah di tengah kota terpaksa mendiami perumahan
> > kumuh atau tinggal di luar kota. Ketika tinggal di luar kota, muncul
> > beban transportasi karena lapangan pekerjaan hanya tersedia di tengah
> > kota.
> >
> > Saat yang sama, pemerintah tidak memberikan pelayanan
> > transportasi massal, cepat dan murah sehingga beban untuk warga
> > menengah ke bawah semakin besar. "Muncullah cost of poverty,"
> > kata Tata Mutasya, ekonom lulusan Universitas Indonesia dalam jumpa
> > pers bersama Andrinof. "Yaitu orang miskin membayar lebih mahal," kata
> > Tata yang mendapatkan master di bidang ekonomi dari sebuah universitas
> > di Turin, Italia, itu.
> >
> > Maksudnya membayar lebih mahal adalah,
> > orang-orang kalangan menengah atas yang bisa tinggal di dalam kota tak
> > membutuhkan biaya banyak untuk tiba di tempat kerja. Sementara,
> > kalangan menengah bawah harus berjibaku dengan kemacetan namun juga
> > dengan biaya yang lebih banyak untuk sampai ke tempat kerja.
> >
> > Jadinya
> > apa? "Satu dari sepuluh orang di Jakarta ini bisa dikatakan mengidap
> > gangguan jiwa ringan," kata Andrinof. Kemudian delapan dari sepuluhnya
> > mengalami stres. Kemudian angka kriminalitas menaik karena perbedaan
> > pendapatan yang semakin tajam.
> >
> > "Jelas, mempertahankan Jakarta
> > sebagai Ibukota sampai beberapa tahun ke depan sangat berbahaya,
> karena
> > segregasi semakin menajam," katanya. (hs)
> >
> > Satrio Arismunandar
> > Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
> > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
> > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542, Fax: 79184558,
> > 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> > HP: 0819 0819 9163
> >
> > "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si
> > tigawarna (Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk,
> belumlah
> > pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan
> > sebanyak-banyaknya keringat"
> >
> > (Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
--
Neu: GMX De-Mail - Einfach wie E-Mail, sicher wie ein Brief!
Jetzt De-Mail-Adresse reservieren: http://portal.gmx.net/de/go/demail
[Non-text portions of this message have been removed]