Dengan melihat kondisi yang sekarang saya setuju Ibu Kota dipindahkan, biar 
adil persis ditengah-enggah Indonesia dan jangan di p.jawa. P jawa sudah 
terlalu sumpek. Yang perlu juga dipindahkan adalah markas2/kantor tentara, TNI 
AD, TNI AU, TNI AL, bukankah seharusnya/logikanya markas mereka jauh dari 
pemukiman penduduk. Setidaknya markas/kantor angakatan bersenjata tersebut jauh 
dari pemukiman penduduk, bukan malah ada ditengah tengah pemukiman pendududk. 
Coba seandainya terjadi perang, pasti markas2/kantor mereka akan menjadi 
sasaran peuluru. Apa rakyat mau dijadikan tameng hidup????

--- On Mon, 8/16/10, baswati <[email protected]> wrote:

From: baswati <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa 
Terulang"
To: [email protected]
Date: Monday, August 16, 2010, 7:10 AM







 



  


    
      
      
      Belajarlah dari mBah Marijan dari lereng Merapi dan Pak Mayar dalam buku

Pak Beye



On Fri, 2010-08-13 at 14:11 +0700, Paulus Tanuri wrote:

>   

> Kalau seperti ini pandangan anda, maka saya sangat setuju dengan anda.

> 

> Saya menanyakan ini karena cukup banyak bertemu dengan orang yang

> berpandangan bahwa orang kaya harus menahan diri tidak boleh menikmati

> hasil

> kerja mereka dengan berpura-pura atau terlihat susah. Nah itu yang

> saya

> tidak setuju. Apa bedanya dengan menipu diri sendiri dan semua orang.

> Walaupun saya juga kurang setuju melihat mereka yang gaya hidupnya

> terlalu

> mewah, tapi tetap itu adalah hak mereka masing-masing untuk menikmati

> hasil

> kerja keras mereka.

> 

> Apalagi kalau sampai ada yang berpendapat bahwa orang-orang kaya harus

> membagikan kekayaannya buat yang miskin, ini lebih tidak setuju lagi.

> 

> Karena kita bukan menganut paham komunis.

> 

> Regards,

> Paulus T.



    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke