Lah sy dengar dr tetangga sy bbrp hari lalu, beliau peg pemda DKI, bahwa 
pemerintahan akan dipindah ke Jonggol seperti yg pernah direncanakan Pak Harto.
Sy tanya apakah ini gosip atau beneran, beliau bilang betul, mulai 2011 sudah 
dipersiapkan anggarannya. Silakan cek dg camat Jonggol begitu dia bilang.

Bertha
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 16 Aug 2010 13:08:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota di Reformasi agar Rusuh 1998 Tidak 
Terulang"

Saya sih setuju pusat pemerintahan RI pindah ke Bali, sekitar istana Tampak 
Siring yang sudah megah itu. Aman, masyarakatnya enggak berangasan, ramah dan 
sopan santun. 
 Salam
Nas 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Lisman Manurung <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 13 Aug 2010 09:26:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota di Reformasi agar Rusuh 1998 Tidak 
Terulang"

Jika di satu lokasi Jakarta terjadi chaos, maka pihak yang berwajib tidak bisa 
berada di lokasi pada waktu yang ditentukan karena jalan yang macet. Maka 
dengan 
segera bisa saja musibah macam 1998 merebak.


Keputusan pak SBY untuk ngantor di Cekeas ada benarnya. Ada baiknya pusat 
aktifitas administrasi, yakni kantor para menteri dibuat di luar kota Jakarta. 

Peran Jakarta sebagai pusat seluruh aktifitas harus dirubah. Ancaman kudeta 
militer AD sudah tidak ada. Kalaupun ada mungkin diperlukan jika memang ada 
kesalahan di tingkat  pimpinan negara. Oleh sebab itu pusat kegiatan angkatan 
AU 
dan AL harus dialihkan ke luar kota Jakarta. 


Basis AL di samping Surabaya perlu dibangun di ujung Sumatera. Sembari 
mengantisipasi pembangunan jembatan yang menghubungkan Sumatera dan Jawa, maka 
disekitarnya perlu dimanfaatkan untuk penjagaan atas keamanan. Jadi pengamanan 
fasilitas jembatan yang nilainya mencapai puluhan triliun itu tidak perlu 
mempebanyak polisi, tetapi memanfaatkan AL saja.


Perkembangan e government sudah harus diadopsi. Daripada cuma mengurusi porno, 
Kementerian Kominfo harus memanfaatkan uang rakyat yang bukan pajak dari 
ummat saja untuk merubah manajemen pemerintahan sehingga berbasis e 
government. Kominfo perlu mempelajari bagaimana ratusan ribu tenaga kerja di 
kota-kota India dan kota-kota  Filipina bekerja siang malam untuk melayani call 
centre AS melakui jaringan internet/satelit. Maksudnya rebut penguasaan e 
government dan terapkan di sini.






------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke