Kaka,
   
  trims tambahan infonya.
  terlepas dari itu saya sudah sangat prihatin karena di hampir seluruh daerah 
di republik ini terutama daerah kota-kota besar, penghancuran bangunan-bangunan 
lama yang memiliki estetika baik walaupun tidak memiliki nilai historis secara 
nasional ternyata berlangsung terus tanpa ada usaha-usaha dari pemerintah 
(pusat / daerah) untuk mencegahnya.
  penghancuran itu semata-mata lebih banyak untuk keuntungan ekonomis bagi 
pemilik maupun pembelinya.
  saya sangat iri melihat di negara-negara lain bangunan-bangunan semacam itu 
justru dijadikan pemikat untuk kepariwisataan nasional apalagi bila memiliki 
nilai historis yang layak dimasukan sebagai bagian dari cagar budaya negara 
tersebut.
   
  kembali saya cuma bisa berharap,
   
  csd
  

mariska <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Chairil dan Yuli,

Rencana Taufiq Kiemas untuk membeli Megaria dan mengubahnya menjadi 
sebuah pom bensin, saya dengar dari seorang teman, sekitar setahun 
yang lalu. Waktu itu, teman saya ini menjadi salah seorang penghubung 
(bahasa kerennya makelar?) antara salah seorang pemilik Megaria 
(pemilik Megaria ada 2/3 orang) dengan pihak Taufiq.
Yang saya tahu, saat itu hampir saja terjadi kesepakatan. Hanya saja 
belakangan salah seorang pemilik Megaria itu menyebutkan yang dijual 
hanya bagian sahamnya saja. Taufiq gak mau, karena dia mau semuanya. 
Persoalan tambah runyam ketika diketahui juga bangunan itu telah 
menjadi cagar budaya, oleh sebab itu tidak boleh dibongkar. Ada juga 
yang bilang, tanah tempat gedung Megaria itu dibangun, belum jelas 
sebenarnya punya siapa..? Ada yang bilang tanah itu masih milik 
pemerintah.
Karena aneka kekacauan itu, Taufiq batal melakukan transaksi.
Tapi yang saya dengar lagi belakangan ini, sekarang seluruh 
pemiliknya sudah bersedia menjual Megaria secara keseluruhan, baik 
itu gedung maupun tanahnya. Entah bagaimana persoalan tanah itu 
akhirnya "beres"..
Sayang sih, memang, karena pasti banyak sekali orang yang punya 
kenangan "nostalgia" dengan tempat itu.. (saya juga loh.. hehehe..)
Kalau digantinya dengan sesuatu yang lebih baik, seperti gedung 
teater yang diidamkan Yuli, saya juga setuju banget..!!

Salam,
kaka.

Kirim email ke