terlepas dari urusan dominasi kaum pria terhadap wanita, saya pernah mengirim
sebuah artikel yang diambil dari kompas dan pikiran rakyat mengenai kasus
kesurupan yang korbannya didominasi oleh kaum perempuan secara berjamaah, dan
jarang sekali korbannya adalah kaum pria, mungkin bisa dijadikan contoh dari
fenomena yang berhubungan dengan gender.
sebagai aktivis kesetaraan gender, barangkali mbak mariana bisa memberikan
tanggapan.
http://www.kompas. com/ver1/ Metropolitan/ 0702/21/064501. htm
Belasan Siswi SMK di Bogor Kesurupan
http://www.pikiran- rakyat.com/ cetak/0304/ 26/0105.htm
23 Siswi SMK Kesurupan
Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Andi,
Kata-kata Anda sebelumnya bukan 'kecenderungan' loh,
tapi 'sudah dari sononya'. Ini generalisasi. Baca lagi deh.
Makanya saya merespon begini.
Kedua, kalimat "tapi pengalaman pribadi Anda baru setitik
data", lalu kenapa? Setitik atau seribu titik itu juga kebenaran,
karena 'dialami langsung' toh? Dalam ilmu sosial, terutama dalam
metodologi kualitatif, data yang minoritas itu penting, untuk
menghindar generalisasi. Nah dalam ilmu pasti tuh pukul rata;
menggilas fakta-fakta yang tidak sama padahal benar adanya.
Lagipula bukan pengalaman saya saja, tetapi mayoritas perempuan
di keluarga saya maupun teman-teman di lingkungan saya tidak suka
dengan laki-laki yang dominan; "mereka sampai bilang amit-amit deh,
kebanyakan gaya atau sok berkuasa".
jadi metodologi yang anda pakai sudah kacau.
Soal orang utan, itu urusan orang utan. Saya lagi bicara manusia
perempuan.
Mariana