Saya akur dengan pendapat pak Wal Suparmo. Iran ternyata tidak lebih cerdas dari Korea Utara ataupun Pakistan dari segi politik. Kalau presiden Iran banyak menabur kata sensitif yang mengundang konflik, maka kenapa bangsa kita merelakan diri untuk jadi tumbal agenda politik Iran? Berpijak kepada Kebenaran itu satu hal, tapi smart membawa kebenaran juga hal yang harus difikirkan setiap diplomat dan insan.
Korea, India dan Pakistan tahu membaca situasi politik dunia sehingga berhasil mendapatkan nuklirnya. Sementara Iran belum juga mencapai 100% hasrat nuklirnya malah sudah banyak menabur perang mulut. Besar omongnya daripada nuklirnya. Saya kira belajar dari situ, dalam urusan politik lantang dan keras tidaklah selamanya emas. Mungkin diejek kambing congek dan lemah malah lebih bagus, yang penting agenda tercapai. SH On 30 Mar 2007 22:12:09 -0700, walsuparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > -Salam, > Iran ditentang barat untuk memiliki neclear karena sifatnya yang > agresif dalam bidang agama, hendak melenyapkan suatu negara di dunia > dan dapat mengancam negara2 lain termasuk yang di Timur > Tengah.Pakistan yang juga negara Islam tetapi tidak agresif dapat > memiliki neclear untuk perang meskipun negara2 barat terutama USA > juga tidak benar dan ingin mempertahankan dominasinya tehadap > dunia.Sebanrnya masalah ini adalah masalah POLITIK dan bukan AGAMA, > tetapi kaum Islam di Indonesia selalu mengaitkannya dan sekarang > membela Iran karena memang begitu sifatnya yang sama. > Wasalam, > Wal Suparmo
