Bu Mariana,
Saya kebetulan nonton cuplikan ('montage') adegan pemukulan di IPD, di tayangan
Republik BBM (Minggu, 15 April).
Kalau saya perhatikan, teknik pukulan dan tendangan mereka kok mirip salah satu
perguruan pencak silat yang mengajarkan tenaga dalam ya, CMIIW.
Di perguruan itu, memang dengan berlatih tenaga dalam, orang bisa tahan tanpa
cedera, walaupun tubuhnya dihajar habis-habisan, tidak hanya dengan tangan
kosong tapi juga dengan batu bata, kayu, bahkan besi (bagi yang sudah mencapai
tingkat tinggi).
Perguruan itu sekali lagi bukan mengajarkan ilmu debus/ilmu kebal, tapi teknik
olah napas dan penyaluran tenaga dalam untuk membentengi diri dari pukulan
benda tumpul.
Maksud saya, kalau "montage" di Republik BBM itu orisinil, bisa jadi kasus
pemukulan itu dalam rangka pelatihan fisik ala perguruan pencak silat itu,
hanya sayangnya ada korban yang yang tidak kuat, sampai meninggal dunia...
Bisa diusulkan, agar di IPD didatangkan pengajar Perguruan Pencak Silat yang
bisa melatih tenaga dalam, agar tidak ada lagi siswa yang meninggal karena
tidak kuat menerima jotosan atau tendangan.
Salam.
----- Original Message ----
From: Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 17, 2007 12:33:45 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Latah Demo anti IPDN di sekolah2 dasar.
Pak loekyh,
Saya setuju sekali bilapun anak-anak ikut demonstrasi
karena orang tuanya harus membawanya. Dan orang dewasalah
yang mengerti apa yang hendak disuarakan.
Anak-anak SD seharusnya diperhatikan pendidikan di sekolahnya,
mata pelajaran yang bertumpuk-tumpuk membuat mereka kekurangan
waktu untuk menjadi diri sendiri dan kreatif dalam bermain.
Keponakan saya anak perempuan di bangku SD punya buku pelajaran IPA yang isinya
begini:
- Kalau menyisir pakai.... (keponakan saya harus menjawab: sisir)
Ada lagi pelajaran apa ya, saya lupa namanya. Soalnya seperti ini:
- Kalau anak perempuan seperti apa?
Keponakan saya harus menjawab: Berambut panjang, memakai pita dan rok
mainannya boneka.
- Kalau anak laki-laki seperti apa?
Dia harus menjawab: Berambut pendek, memakai celana pendek dan mainnya
perang-perangan dan mobil-mobilan.
Terus saya tanya ke keponakan saya itu. "Tapi sekarang kamu pakai celana pendek
dan main mobil-mobilan, padahal kamu anak perempuan? Jadi gimana
dong?"
Lalu keponakan saya langsung memonyongkan bibirnya dan alisnya
berkerut, bahunya dinaikkan, "tau tuh, abis bu guru begitu
mintanya..."
Betul juga, karena kalau nggak jawabannya dicoret dan nilainya jadi
jelek.
Mariana