PEMUTARAN FILM NUKLIR DAN DISKUSI
  MEMPERINGATI TRAGEDI CHORNOBYL 26 APRIL 1986
  ======================================================
    WAKTU                      : tanggal 24-26 April 2007 TEMPAT                
    :  Galeri Publik, Jl. Diponegoro no. 9, Menteng, Jakarta Pusat   BIAYA      
                  : gratis   PENYELENGGARA : MANUSIA (Masyarakat Antinuklir 
Indonesia), IGJ (Institute for Global Justice) dan Galeri Publik.   JADUAL 
ACARA         :   SELASA, 24 APRIL 2007
  14.00 – 14.30              Pembukaan
  14.30 – 14.54              Film Pembuka: THE SACRIFICE     (2003)
  15.30 – 15.45              "A" IS FOR ATOM                              (1964)
  15.47 – 17.00              THE DARK CIRCLE                          (1982)
  17.30 – 17.54              DISASTER: CRITICAL ERROR      (1998)
     
RABU, 25 APRIL 2007 
  14.00 – 15.58              THE CHINA SYNDROME          (1979, Fiksi)
  16.30 – 16.51              NOWHERE TO RUN                       (2003)
      17.30 – 18.20              FALL-OUT FROM CHERNOBYL (1996)  


KAMIS, 26 APRIL 2007 
  14.00 – 14.57              PANDORA’S BOX: A IS FOR ATOM (1992)
  16.00 – 16.24              THE SACRIFICE                                    
(2003)
  17.00 – 17.41              ATOMIC LIES                                        
 (2002)
  18.30 – 20.30              Diskusi Terbuka, dengan narasumber:
  1.      Dr. Iwan Kurniawan (pakar fisika nuklir)
  2.      Dian Abraham (aktifis MANUSIA)
  TENTANG FILM-FILM YANG DIPUTAR :       Hampir seluruh film ini adalah film 
dokumenter yang tahun produksinya bervariasi dari tahun 1964 hingga tahun 2003. 
Bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris atau memiliki subtitle dalam bahasa 
Inggris. Satu-satunya film fiksi – dan memiliki subtitle dalam bahasa Indonesia 
– adalah “the China Syndrome” yang sengaja dipilih karena dapat menggambarkan 
kesalahan macam apa yang dapat terjadi pada suatu PLTN. Seperti halnya yang 
telah terjadi di AS pada kecelakaan Three Mile Island 28 tahun yang lalu, hal 
yang sama sangat mungkin terjadi di negeri kita di mana KKN adalah hal yang 
sangat sering dijumpai. Selain itu, film ini sekaligus dapat memberi gambaran 
sekilas mengenai PLTN itu sendiri.
Selain masalah keselamatan PLTN, film-film yang dipilih tersebut temanya 
bervariasi agar dapat menggambarkan berbagai hal yang berkaitan dengan program 
“nuklir untuk damai” tersebut. Sebagai film pembuka adalah film “the Sacrifice” 
yang bercerita mengenai penderitaan para likuidator (relawan nuklir) pada 
kecelakaan Chornobyl.
  RESENSI FILM          :   1.      THE SACRIFICE                               
                                        (24 menit / 2003)
 Dipuji sebagai pahlawan negara serta diberi sertifikat untuk kemudian 
diabaikan sebagai sampah masyarakat. Itulah nasib para likuidator – relawan 
nuklir – pada kecelakaan Chornobyl tahun 1986 seperti dikisahkan oleh film ini. 
Beberapa likuidator menceritakan apa yang harus mereka lakukan karena teknologi 
(robot) sudah tidak mampu lagi mengatasinya. Banyak pengakuan yang mengejutkan, 
termasuk yang membuktikan dugaan bahwa dampak kecelakaan ini dikecilkan secara 
sistematis. Demikian pula, terungkap penderitaan fisik maupun psikis pasca 
kecelakaan hingga mereka satu per satu mati muda. Film ini wajib ditonton oleh 
para relawan atau mereka yang berniat menjadi relawan nuklir.
  2.      "A" IS FOR ATOM                                                       
             (15 menit / 1964)
 Film animasi ini dibuat oleh produsen reaktor nuklir terkemuka, General 
Electric (GE) dari AS. Meski dibuat untuk kepentingan promosi PLTN pada tahun 
1960an, film pendek ini cukup menarik karena dapat memberi gambaran mengenai 
hal-hal teknis tentang atom, teknik fisi nuklir dan berbagai keuntungan dari 
radioaktifitas dalam bidang industri, biologi, kedokteran, dan pertanian.
  3.      THE DARK CIRCLE                                                       
           (73 menit / 1982)
 ”Hati-hati dengan plutonium, jangan sampai terlepas. Jika tidak, ia akan 
kembali padamu.” Film yang sangat impresif ini menceritakan masalah plutonium, 
materi radioaktif buatan yang dihasilkan oleh PLTN. Dijelaskan bagaimana efek 
negatif pada para pekerja maupun masyarakat di sekitar fasilitas pembuat 
senjata nuklir Rocky Flats di AS. Kemudian film bergerak pada bom Nagasaki yang 
terbuat dari plutonium dan kisah dari orang yang selamat dari bom tersebut. 
Setelah itu digambarkan berbagai ujicoba bom atom saat puncak Perang Dingin dan 
para kelinci percobaannya, mulai dari babi hingga manusia –di antaranya para 
tentara mereka sendiri – yang kemudian hari terkena berbagai kanker akibat 
radiasi. Film ini jelas menggambarkan hubungan erat antara senjata nuklir dan 
PLTN meski awalnya keduanya dianggap sangat berbeda: yang satu mematikan 
manusia dan yang lain membantu kehidupan manusia. Juga digambarkan mengenai 
protes terhadap PLTN  Diablo Canyon yang meski izinnya disetujui NRC
 (Badan Pengawas Nuklir AS), namun akhirnya gagal beroperasi karena salah 
disain. Film ini dibuat oleh Judy Beaver 25 tahun yang lalu namun sangat aktual 
bagi publik Indonesia. 
  4.      DISASTER: CRITICAL ERROR                                              
(30 menit / 1998)
 Cerita tentang sebuah bencana nuklir pada tahun 1957 di kota misterius di masa 
Uni Soviet: Chelyabinsk. Kota tersebut dibangun untuk tempat limbah radioaktif 
tingkat tinggi dan dahsyatnya kecelakaan tersebut dibanding-bandingkan dengan 
Chornobyl. Film ini menjelaskan mengenai ledakan di lokasi tersebut yang tetap 
menjadi rahasia hingga terungkap di tahun 1980an. Beberapa pakar, termasuk 
pembangkang Uni Soviet yang lari ke Inggris, mengisahkan tentang bagaimana, 
mengapa, serta apa dampak dari kecelakaan itu. Yang menarik, kecelakaan nuklir 
di Chelyabinsk tidak hanya ditutup-tutupi oleh Uni Soviet yang mengalaminya, 
namun juga oleh musuhnya di masa perang dingin yang saat itu juga 
berkepentingan untuk melindungi keberlanjutan program PLTN. 
  5.      THE CHINA SYNDROME                                                    
    (118 menit / 1979) Film fiksi ini dianggap seperti sebuah ramalan terhadap 
kecelakaan PLTN terbesar di AS, Three Mile Island, yang terjadi beberapa bulan 
setelah film ini dibuat. Film ini menceritakan tentang masalah keselamatan 
nuklir di sebuah PLTN. Pekerja ahli yang loyal pada PLTN tersebut menemukan 
adanya kesalahan akibat pemalsuan yang dilakukan oleh kontraktor yang dapat 
membahayakan reaktor tersebut. Ia ingin mencegah terjadinya kecelakaan yang 
lebih besar lagi namun ditentang oleh perusahaan operator PLTN tersebut. Semua 
itu diliput secara langsung oleh seorang jurnalis dan kamerawan TV yang sedang 
membuat berita tentang PLTN dan protes antinuklir. Film yang dibintangi oleh 
Jane Fonda dan Michael Douglas – keduanya juga aktifis antinuklir – ini dapat 
mengingatkan kita akan besarnya potensi kejadian serupa di Indonesia.
  6.      NOWHERE TO RUN                                                        
         (21 menit / 2003)
 Film ini menjelaskan berbagai aspek keselamatan dari PLTN di AS, terutama 
Indian Point, pasca tragedi 9/11. PLTN yang mulai beroperasi pada tahun 1962 
itu terletak di wilayah yang sangat padat di negara bagian New York sehingga 
sangat berbahaya bagi masyarakat. Dimulai dari masalah keamanan dari serangan 
teroris yang sebelumnya diketahui mengincar reaktor nuklir sebagai sasaran, 
lalu film berlanjut dengan kegagalan peran Badan Pengawas AS (NRC-Nuclear 
Regulatory Commission) dan sejarah pengoperasiannya. Film ini menjelaskan 
potensi bahaya dari penyimpanan bahan bakar nuklir serta rentannya keamanan 
reaktor tersebut. Selanjutnya dibeberkan potensi kegagalan rencana evakuasi 
jika terjadi keadaan darurat serta rendahnya kemampuan penanganan kasus radiasi 
secara massal. Film ini diakhiri dengan diajukannya solusi untuk mengatasi 
potensi dampak ekonomi penutupan reaktor tersebut dan energi alternatif untuk 
menggantikan energi nuklir tersebut. Film ini diproduksi untuk Indian
 Point Safe Energy Coalition (IPSEC).
  7.      FALL-OUT FROM CHERNOBYL                                           (50 
menit / 1996)
 Film ini menceritakan perjuangan seorang dokter, wakil dari WHO, agar dampak 
kesehatan akibat Chornobyl pada anak-anak di Belarusia diakui. Belarusia yang 
berbatasan dengan Chornobyl di Ukraina adalah daerah yang terkena dampak 
radiasi yang parah. Namun, pemerintah pusat tidak pernah memberitahu adanya 
kecelakaan tersebut hingga selesai peringatan Hari Buruh (May Day). Karenanya, 
tidak ada distribusi tablet yodium untuk mencegah kanker tiroid. Kemudian 
ditemukan lonjakan jumlah kanker tiroid pada anak-anak, dari 20 kasus selama 20 
tahun menjadi 400 kasus selama 9 tahun pasca Chornobyl. Dokter lokal bahkan 
menganggap bahwa operasi tiroid pada anak-anak Belarusia sudah seperti 
menangani penyakit flu biasa. Selain itu, banyak ditemukan jenis kanker yang 
lain serta katarak pada anak-anak. Meski demikian, IAEA meragukan adanya kaitan 
antara fakta-fakta tersebut dengan Chornobyl. Film ini juga menampilkan 
gambar-gambar para korban tersebut, termasuk yang lahir cacat.
  8.      PANDORA’S BOX: A IS FOR ATOM                          (60 menit / 
1992)
 Film yang banyak menampilkan arsip bersejarah dari tahun 1940an hingga 1960an 
ini bercerita dari mulainya era nuklir, sejak dari bom atom hingga “wajah 
damainya” berupa PLTN pertama di Shippingport (AS), Uni Soviet, dan Calder Hall 
(Inggris) di tahun 1950an. Film ini menggambarkan masa kejayaan para ilmuwan – 
terutama fisikawan – serta puncak dari kredo bahwa “teknologi adalah panglima”. 
Saat itu PLTN tak hanya sekedar alat pembangkit listrik yang sangat 
menjanjikan, namun telah menjadi simbol dan harapan menuju dunia yang lebih 
baik. Kedua kubu di masa perang dingin, komunis dan kapitalis, sama-sama 
menyatakan pentingnya PLTN bagi kepentingan ideologi mereka. Karenanya, meski 
di tahun 1950an itu juga telah terjadi kecelakaan di Soviet dan PLTN Windscale 
(Inggris), hal itu sebisa mungkin ditutup-tutupi. Namun akhirnya datang juga 
masa-masa sulit: demonstrasi besar-besaran anti PLTN serta kecelakaan PLTN 
Three Mile Island (TMI), Pennsylvania, di tahun 1979 yang praktis
 menghancurkan pasar PLTN di AS. Film ini diakhiri dengan bencana Chornobyl di 
tahun 1986 dan kisah tragis tentang Valery Legasov, pahlawan Chornobyl 
sekaligus pembela program PLTN Soviet yang kemudian berbalik dengan mengecam 
teknokrat saat ini yang dianggapnya tak bermoral. Legasov mati bunuh diri dua 
tahun kemudian. Film produksi BBC ini juga dapat memberi jawaban bahwa 
pernyataan “PLTN adalah solusi murah dan aman bagi penyediaan energi” tak lain 
dari pengulangan janji kosong energi nuklir yang telah diucapkan 50 tahun yang 
lalu.
  9.      ATOMIC LIES                                                           
                 (41 menit / 2002)
 Cerita tentang konflik kepentingan antara dua lembaga PBB terkait dengan 
penanganan korban kecelakaan Chornobyl: IAEA dan WHO. Sebagai lembaga yang 
tugasnya mempromosikan “nuklir untuk damai”, IAEA tidak mau mengakui berbagai 
penyakit yang ditemukan akibat Chornobyl. Dengan kekuatannya – karena berada di 
bawah Dewan Keamanan PBB – IAEA berhasil mencegah lembaga kesehatan 
internasional tersebut untuk menangani masyarakat korban Chornobyl. Kemudian 
dengan berbagai cara IAEA juga berhasil menggagalkan keluarnya laporan WHO dan 
para dokter lokal yang membuktikan parahnya dampak Chornobyl. Juga disinggung 
kasus Prof. Bandazhevsky yang dipenjara oleh pemerintah Belarusia setelah 
menemukan sindrom baru akibat radiasi Chornobyl. Film ini adalah sebuah laporan 
dari Konferensi Internasional Chornobyl 2001 di mana konflik tersebut sangat 
nyata terlihat. 
    Kontak:          Dian Abraham  Telp. 021-9836 5874; 0815 9487094
  
       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke