Dar All
   
  Bagi teman-teman yang ada di Jogja, kami harapkan dapat hadir dalam 
peringatan hari bumi yang dilaksanakan pada 25 april 2007 di Ruang Seminar 
STPMD "APMD" Yogyakarta.
   
   
  Nomor : 04/RB- Lapera/B/IV/07 
  Lamp : 1 Bendel 
  Hal : UNDANGAN 
   
  Kepada Yth 
  di-
  Tempat
  Dengan hormat 
  Dengan akan diselenggarakannya peringatan hari bumi yang akan diselenggarakan 
oleh Rumah Budaya Lapera, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Sekolah 
Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” pada :
  
  Hari tanggal : Rabu, 25 April 2007 
  Waktu : Jam 09.00 – Selesai 
  Kegiatan : Nonton bareng dan diskusi film 
  Tempat : R. Seminar STPMD “APMD”
  Jl. Timoho No. 317 Yogyakarta 
  Tema : Bumi renta masalah siapa? 
  
  Maka dengan ini kami mengundang Bp/Ibu/Sdr untuk dapat menjadi peserta aktif 
dalam kegiatan tersebut. 
  
  Demikian surat ini kami buat atas kesediaan dan perhatiannya kami ucapkan 
terima kasih. 
  
   
  Yogyakarta, 20 April 2007
  Hormat kami 
  Panitia 
   
   
   
  AT. Erik Triadi 
  Koordinator
  
   
   
  DISKUSI DAN NONTON BARENG
  Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Sedunia
  
  “BUMI RENTA MASALAH SIAPA?”
  Kerjasama:
  Rumah Budaya Lapera, Aliansi Jurnalis Indepeneden, 
  STPMD “APMD”
  
   
   
  A. Latar belakang
    Diperkirakan th 2050 akan tenggelam jika pemanasan global terhadap bumi 
terus berlanjut. Bukan cuma isapan jempol, pada setiap tahunnya permukaan air 
laut mengalami kenaikan 5 cm sebagai akibat melelehnya kutup utara sebagai 
akibat pemanasan global
  Negara Indonesia juga punya potensi keursakan dan bencana yang besar ketika 
terjadi kenaikan muka air laut. Dasar dari pemikiran ini adalah dikarenakan 
negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang hampir setiap wilayah 
bersinggungan dengan laut. Bisa dibayangkan berapa banyak pulau di Indonesia 
yang akan tenggelam sebagai akibat dari naiknya muka air laut. 
  Selain itu negara Indonesia memiliki posisi cukup strategis sebagai penyangga 
paru-paru dunia. Dengan iklim tropis, dan luasan cakupan hutan serta luas 
wilayah yang besar. Indoneisia memiliki potensi sumber daya yang harus 
senantiasa dijaga kelestariannya. 
  Kelestarian hutan di Indonesia menjadi tantangan terberat bagi negara 
berkembang ini, berkaitan dengan volume kerusakan hutan yang terjadi. Hampir 
3-5 kali lapangan sepakbola setiap jam hutan kita terbabat oleh kepentingan 
beberapa fihak yang senantiasa meraup keuntungan. Penebang gelap, pertumbuhan 
industri dan pembukaan kawasan hutan untuk kepentingan uang menjadi pekerjaan 
rumah yang harus di selesaikan untuk menjaga bumi tetap bisa bernafas. 
  Parahnya negara Indonesia bukan salah satu penyuplai terjadinya pemananasan 
global. Penyuplai terbesar didunia adalah amerika dengan menyumbang 70% 
terhadap pemanasan global yang akibatnya harus ditanggung oleh hampir penduduk 
Indonesia. Mengapa demikian, karena negara ini memiliki potensi untuk menjaga 
keseimbangan dunia dan potensi itu tidak tersebar kebeberapa wilayah di belahan 
dunia. 
  
  B. Sekilas tentang film 
    Judul : An Inconvenient truth 
  Durasi : 120 menit 
  Produksi : Paramount Classic
  
  Film an inconvenienttruth bercerita tentang sebuah perkuliahan umum. Film ini 
menyajikan data-data tentang proses munculnya pemanasan global, kondisi iklim 
da n fenomena alam yang muncul sebagai akibat pemanasan global. 
  Untuk mendorong perhatian dunia dan politik amerika terhadap isu global 
warming ini. Dalam perkuliahan diceritakan bahwa dorongan untuk memasukkan 
global warming menjadi isu negara menjadi penting. Untuk itu ditekankan 
maslalah global warming adalah masalah sosial bukan semata-mata masalah ilmu 
pengetahuan dan fenomena alam. 
  Dalam presentasinya yang panjang dikemukakan pembelajaran terhadap 
bukti-bukti meningkatnya suhu di dunia akibat pertumbuah dan pengikisan 
terhadap admosfer bumi. Selain itu data data mengenai peningkatan suhu sebagai 
akibat rumah kaca dikemas dalam pembuktian-pembuktian simpel dengan mencairnya 
salju abadi di beberapa wilayah. 
  Presentasi dalam film ini menggambarkan, tingginya perubahan paradikma dunia 
yang berorientasi pada industrialisasi berbanding lurus dengan tingkat 
kerusakan admosfir bumi dan kontribusi terhadap panas global. 
  Film ini menjadi penting dan menarik karena dalam film ini dikemas secara 
serius dan sarat akan muatan ilmu pengetahuan terutama pada ilmu-ilmu alam dan 
politik. Film ini dapat dikategorikan film yang serius karena hampir tidak ada 
adegan yang cukup membuat tegang dan santai atau penuh canda. Sehingga film ini 
menjadi menarik bagi kalangan yang mau senantiasa berkonsentrasi dalam melihat 
film. 
  
  C. Kegiatan : 
    Nonton bareng dan diskusi film dalam rangka memperingati hari bumi 
  
  D. Waktu dan tempat : 
    Kegiatan ini dilaksanakan pada:
  Hari/tanggal : Rabu/25 April 2007
  Pukul : 09.00 Wib
  Tempat : Ruang Seminar STPMD “APMD”
  Jl. Timoho No. 317 Yogyakarta 
  
  E. Kerjasama : 
    Kegiatan ini merupakan kerjasama antara : Rumah Budaya Lapera, STPMK/APMD 
Yogyakarta dan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Yogyakarta. 
  
  F. Tema : 
    Bumi Renta Masalah Siapa ?
  
  G. Tujuan : 
      Mennggali permasalahan-permasalahan Global Warming di Indonesia. 
  Memperingati hari bumi sedunia
  
  H. Pembicara : 
      Sindu Dwi Hartanto S.Sos. M.Si (Rumah Budaya Lapera) 
  Bambang MBK, S.Sos (Aliansi Jurnalistik Independen Yogyakarta) 
  Sahrul Aksa, S.Sos (Dosen STPMD “APMD” Yogyakarta)
  
  I. Peserta : 
    Peserta dalam kegiatan ini adalah para pemerhati lingkungan di jogjakarta, 
mahasiswa, NGO dan seluruh elemen masyarakat yang berminat. 
  
  J. Pembiayaan peserta : 
    Kegiatan ini bersifat bebas dan tidak dipungut biaya sedikiitpun bagi 
peserta (gratis) 
  
  K. Penutup :
    Terima kasih terhadap segala partisipasi anda. 

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke