pak paulus, 
saya kira wajar jika ada pekerjaan terkait dg komputer tidak mesti dikerjakan 
oleh sarjana komputer. memang sarjana komputer mestinya jadi orang yang paling 
paham tentang seluk beluk komputer. tetapi kenyataannya kan tidak demikian. 
kita tidak bisa membedung orang lain untuk belajar kompter. sehingga banyak 
pakar2 komputer yg tidak belajar secara formal di bangku kuliah. kita tidak 
bisa berpola pikir bahwa kalau kita seorang sarjaa komputer maka segala 
perkerjaan terkait komputer adalah milik kita. lagian kan komputer itu sangat 
luas.

jadi, ya harus sabar ya pak heheee....

----- Original Message ----
From: Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 30, 2007 7:54:52 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] ikutan komentar: Sarjana Nuklir Berjualan 
Es Krim

 
Pak Kancono,

Maaf nih pak, tapi saya tidak bisa melihat se optimis Bapak.
Untuk sarjana nuklir mungkin saya belum ada kenalan. Tapi yang dari profesi 
yang sekarang katanya sedang naik daun, kebetulan bidang saya.
Sarjana Komputer, berapa banyak Sarjana Komputer yang direkrut oleh
institusi pemerintah ? Menkominfo misalnya. Sisanya dari mana ?
Dan di kepolisian, bidang cybercrime contohnya, mungkin bisa dicek ada
berapa banyak lulusan sekolah Ilmu Komputer. Yang lainnya dari mana ?
atau.. di departemen Tata Kota, ada berapa banyak insinyurnya ?

Dan memang di luar negeri tenaga-tenaga profesional itu dihargai sangat tinggi. 
Di Indonesia, yang penting lulusan IPDN (kalau mau kerja di departemen dalam 
negeri), STT Telkom (kalau mau kerja di telkom). atau sejenisnya

Regards,
Paulus T.

Kirim email ke