Nampaknya sih kita ini sudah terbiasa "mangan ora mangan sing penting
ngumpul"...
Apa ada jalan lain yang kalian temui supaya kita bisa jadi seperti Malaysia,
Singapore atau Taiwan?
Timor Leste telah merdeka, tapi kini nasibnya malah jadi gelandangan yang
hidup di comberan.
Zimbabwe, Uganda, Zaire, Bangladesh dkk telah lama merdeka, tapi kini
malah jadi gawat dan masa depan siapa tahu....
Indonesia, perlukah?
Bagaimana kalau masa depan yang namanya "Indonesia" ini adalah sekian
ratus juta mulut yang menganga tanpa punya apa-apa?
Apakah masih ada gunanya "mangan ora mangan sing penting ngumpul"?
Lantas kalau sudah tak mau "ngumpul" (kumpul kebo?) dan mau cerai saja,
mau jadi apa kita ini?
Kemana anak-anak perginya kalau ayah dan ibu dari berbagai pulau yang
berjauhan?
Ya, awak ini tak tahu pasti jawabnya....
Bagaimana dengan kalian?
Salam
:=((
Las.
walah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Di Indonesia ini sepertinya ada paradox yang terjadi. kebersatuan yang
diciptakan sebenarnya bukan dibuat untuk menyejahterakan
masyarakatnya, tetapi lebih kepada kepentingan
kekuasaan yang begitu besar yang bisa dipegang oleh pucuk
pemerintahannya (pengelola negara).
paradox kebersatuannya adalah kebersatuan top down, seperti yang
terjadi pada era Uni-Sovyet atau dalam istilahnya : "mafioso on the
state". Artinya adalah kebersatuan yang ingin mendapatkan kekuasaan
raksasa tapi kepentingannya mengarah kepada kekuasaan semata bukan
dikembalikan kepada kesejahteraan masyarakat. saya pikir ternyata itu
motif-nya kenapa harus dipertahankan terus negara kesatuan dengan
bentuknya selama ini.
walaupun UUD nya berkata yg baik-baik, tapi itu justru jadi jargon
semata dan sekaligus tamengnya.
kalau memang dengan bersatunya indonesia bisa maju, kenapa malaysia
yang lebih terlambat merdeka dan dulu sering dicemooh merdekanya
karena pemberian penjajah dan dengan bentuk negaranya juga federasi
malah bisa lebih maju?! sementara indonesia seperti jalan di tempat
atau malah mundur. bukankah sudah saatnya negara 2x kalimantan atau
sumatera, aceh, dsb dapat menikmati kemakmurannya yg rill seperti
halnya brunei atau malaysia, tanpa harus dijejali oleh dalih 2x demi
persatuan dan sebagainya.
kita sudah benar-benar capek melihat fakta-fakta kondisi yang
sepertinya tidak ada komitmen penyelesaiannya. malah dibantah dengan
angka-angka prestasi makro ekonomi dan statistik lainnya. jadi
sebenarnya pemerintah nasional dan jajaran lembaga negara lainnya itu
punya komitmen gak sih? punya kompetensi gak sih meng-handle negara
sebesar indonesia? siapa yg mencertified? misalnya seharusnya ada
standard untuk jadi sebuah negara itu minimal 75% populasinya bisa
sejahtera atau pendapatan perkapita min. USD20k per-annum, dsb. lah
kalau kayak indonesia sekarang ini udah gagal karena 50% nya malah
masuk garis kemiskinan! dan kalau sampai warga masyarakatnya jadi
korban akibat "kelalaian" negara pernahkah warga masyarakat tsb
berpikir atau bisa menggugat bahwa kesalahan 2x kebijakan negaralah yg
akhirnya menghimpit nasib mereka selama ini. artinya mungkin
masyarakat tidak menyadari (mgkn karena kebodohan yg dilanggengkan
juga) bahwa mereka telah dibebani oleh keberadaan lembaga2x negara itu
sendiri, entah karena kelalaian atau memang disengaja, atau memang
tidak ada dalam benak kepentingan aparat2x/instrument negara tsb,
karena motive-nya ya itu tadi : k.e.k.u.a.s.a.a.n.
coba kalau berangkat dari state 2x kecil, atau scale of statenya yg
feasible untuk mencapai standard2x kesejahteraan tertentu, kemudian
bertahap, satu demi satu untuk selanjutnya bersatu lagi kedalam state
yg lebih besar, dan begitu seterusnya nanti sbg elemen2x negara
persemakmuran sampai jadinya mungkin seperti Uni Eropa misalnya. baru
deh bisa itu jadi Uni ASEAN,dst.
kalau indonesia ini kan agak beda karena seperti menganut konsep
"mangan ora mangan sing penting ngumpul" (baca : makmur gak makmur
yang penting bersatu). jadi udah banyak yg berjalan tapi terlepas dari
"makna"nya kenapa itu musti dijalankan.
dan tidak perlu juga dicap orang itu komunis lah atau gak nasionalis
atau apalah, hanya karena ingin menggugat makna kebersatuan dan
kesatuan selama ini. karena buat apa kita bersatu kalau tidak bisa
menciptakan masyarakat yg adil sejahtera. kebangkitan nasional
seharusnya dimaknai kepada pencapaian kesejahteran sebagai tujuan,
bukan persatuan sebagai tujuan atau malah jadi dalih penguasa. just as
simple as that rational thinking.
> > perlu kita evaluasi kembali seberapa penting sih keberadaan
> indonesia
> > sebagai sebuah negara?? bukankah negara pada dasarnya dibentuk
> untuk
> > suatu tujuan yg bermakna yaitu memakmurkan penduduknya
> (masyarakat),
> > menciptakan kondisi yg adil, dan fungsi2x positif lainnya.
> > nah kalau kenyataannya berkata lain, atau arahnya tidak pernah
> > menunjukkan indikasi ke sana (secara rill tentunya) mungkin kita
> perlu
> > berpikir lebih "out of the box" lagi, dalam arti melihat kembali
> > esensi sebuah negara.
> >
> > coba pikirkan yang lebih mendalam, mana yang lebih penting apakah
> > keberadaan negara indonesia yg katanya kesatuan ini tapi sampai2x
> > rakyatnya pada kelaparan dan 50% populasinya berada dlm garis
> > kemiskinan kebawah, 11%-nya mengalami pengangguran, dan ironisnya
> > hanya 0,005% dari populasi (superkaya) menguasai hampir 90%
> resources
> > kapital nasional. artinya 10% resource yg tersisa direbutin oleh
> > 99,995% populasi (makanya bisa lihat sehari2x orang2x bejubel di
> > kereta,-sampai mati lagi,-atau di bis-bis kota setiap pagi dan
> malam
> > dijejali dlm ruang sempit everyday like a sheep, kena macet lagi).
> > terus dipajaki lagi, ditambah inflasi yg kadang tidak terkendali
> lagi
> > walaupun angka2x statistik berkata lain, sementara pendapatan tidak
> > berubah atau malah anjlok.
> >
> > atau wilayah indonesia yg luas ini dibikin negara 2x kecil yg
> > berorientasi persemakmuran dan pemerintahannya bisa efektif,
> > masyarakatnya bisa langsung duduk diparlemen tanpa keterwakilan
> > sehingga negara2x tsb benar-benar menjadi milik masyarakatnya,
> > kemudian makmur-makmur seperti brunei atau singapore atau bahkan
> > seperti negara2x caribbean island (cayman island, british virgin
> > island, dsb) tempat surganya wisata bahari dan perbankan/kapital
> dunia.
> >
> > coba deh kalau dipikir2x pilih mana, apakah yg lebih penting itu
> > "makmur gak makmur yg penting bersatu" persis spt peribahasa kita
> > selama ini. atau "bersatu gak bersatu yg penting makmur".
> globalisasi
> > minded harusnya membuka mata kita melihat makna sebuah negara.
> >
> > rgrdsm
>
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]