Dear all, Berdasarkan pengalaman pribadi yang baru saja berlalu, untuk ke depannya, jika terjadi kasus indisipliner petugas polisi siapapun dia, Bapak KomBes POL. Drs. Benyamin Selawa, MM / Irwan Halik Selawa, SE (entah mana ya benar nih karena ada dua nama berbeda tertera di email dengan satu email addressnya), beliau adalah pejabat polisi yang bertugas di Pusinfolahta Div Telematika InterPol Mabes POLRI, menyarankan untuk mengirimkan email kepada beliau langsung dengan tidak men Cc. dan Bcc. kan kepada yang lainnya, agar dapat lebih cepat ditindak-lanjuti lebih properly.
Alamatnya adalah: 'PusInfoLahTa DivTelematika InterPol POLRI' Email: [EMAIL PROTECTED] Demikian agar menjadi informasi semuanya. Tapi semoga sih email tersebut gak perlu dikirimi pengaduan dari pihak manapun juga karena kualitas mental dan perilaku Polisi yang Insya Allah lebih baik, amin. Faithfully Yours, Ms. Jeannie Kiagoes Free Trade Agreements Cluster Bureau for Economic Integration and Finance ASEAN Secretariat 70A, Jalan Sisingamangaraja Jakarta 12110 - Indonesia Tel. +6221 - 726 2991, 724 3372 ext.381 Fax. +6221 - 739 8234, 724 3504, 720 0848 email: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> / [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Website: http://www.aseansec.org TEN NATIONS ONE COMMUNITY Privileged/Confidential information may be contained in this message. If you are not the intended recipient, please notify the sender and delete it immediately. Do not copy, disclose or disseminate it or its contents in any form. ________________________________ ----- Original Message ----- From: "Paulus Tanuri" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ptanuri%40gmail.com> > To: <[email protected] <mailto:Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com> > Sent: Wednesday, May 09, 2007 10:28 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kualitas POLISI Indonesia (Pak KK mesti baca nih) > Mengenai website Polri, saya dulu pernah mencoba layanan itu. Tapi sama > sekali tidak ada tanggapan. Dan tidak ada tindak lanjut atas apa yang > dilaporkan. Jadi kayanya percuma saja, seakan2 kirim email masuknya cuma > ke > tong sampah. > Sama seperti pelayanan telpon darurat 112, yang tiba2 sekarang hilang > entah > kemana. Entah masih ada atau benar hilang saya tidak tahu persis, tapi > terakhir kali saya mencoba menghubungi nomor tersebut berkaitan dengan > kecelakaan yang kebetulan saya temui, nomor tersebut tidak bisa dihubungi. > > Saya juga pernah mengalami kejadian, dimana saat pulang malam, kira2 > antara > jam 11 - 12 malam, dan lewat di jalan kecil di belakang Taman Anggrek, > dan > di sana saya temui ada kecelakaan antara motor dengan mobil. Saya tidak > berhenti atau turun karena saya lihat sudah ada cukup banyak orang di > sana. > Tapi tidak ada anggota polisi. > > Setelah melewati tempat kecelakaan, kira2 500 meter, setelah tikungan dan > lewat lorong bawah jembatan tol tomang-kebon jeruk, ternyata sedang ada > razia polisi (dan memang di dekatnya ada pos polisi, kira2 beberapa ratus > meter sebelum hotel Anggrek). Setelah menunjukkan STNK dan SIM, saya pun > dipersilahkan meneruskan perjalanan, dan sebelum saya jalan lagi, saya > bilang. "Pak, tadi saya lewat di dekat tikungan setelah TA ada kecelakaan > antara motor dengan mobil bak." > Harapan saya adalah agar mereka paling tidak pergi memeriksa, siapa tahu > terjadi keributan atau mungkin ada yang memanfaatkan situasi tersebut > untuk > kriminal. > Tapi apa jawab mereka ? > "Wah pak, lewat dari jembatan ini sudah bukan wilayah kita lagi. Itu sudah > wilayah tanjung duren." > saya hanya bisa terdiam, melongo dan bingung mau ngomong apa lagi. Sungguh > tidak habis pikir saya, padahal jarak mereka dengan lokasi kejadian, jalan > kaki saja tidak sampai 5 menit sampai. Tapi kalau dari pos tanjung duren, > naik motor bisa 10 menit. Tetap saja mereka tidak mau membantu. > > Langsung terluka hati ini. Sedihhh... > > > > Regards, > Paulus T
