Betul, Bu Niken yang berhati mulia,
   
  setelah saya tinggal mengecap tinggal di luar negeri saya merasa bahwa 
Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. Juga orang-orangnya. Sayangnya, 
beberapa orang Indonesia dan media (karena memang kecewa dengan Pemerintahnya) 
amat pelit mempromosikan Indonesia keluar negeri dengan sebaik-baiknya. 
Sehingga Indonesia selalu dicap: sebuah negeri tempat bahaya (banyak teroris), 
terbelakang (mirip dengan negeri-negeri kecil di Afrika) SDMnya di laporan UNDP 
kan jelek padahal ngga dihitung tuh jumlah orang Indonesia itu berapa kalau 1 
persen saja punya pendidikan yang bagus maka jmlahnya sama dengan penduduk 
sebuah negeri dan juga negeri yang korup (nah, ini ngga saya bantah kalau 
teman-teman Eropa saya bilang begitu) Baru-baru ini reshuffle kabinet juga 
konon karena itu, temen2 yang bukan Indonesia tahu tuh kemungkinan 
menteri-menteri yang dicopot karena uang dan mereka setuju dengan gebrakan SBY 
dan heran kok media ngga banyak memberikan pujian atas langkah SBY ini. (Maaf,
 saya bukan apa-apa dari SBY lho ya).
   
  Bu Niken, ada  dua buah negeri kecil  yang satu penduduknya cuma 20 juta dan 
lainnya cuma 8 juta kurang, tetapi mereka pandai sekali kalau promosi keluar 
negeri bahkan orang-orang kita yang datang ke negeri kecil ini bangga banget 
dan berobat ke negeri yang dokter-dokternya kurang pengalaman ini bisa bangga 
banget. Sampai saya heran sekali.
   
  Penduduknya mempunyai pola pikir yang kuno banget deh mirip dengan 
orang-orang yang kita kenal di sebuah perkampungan kecil di Indonesia. 
Technologinya oke ternyata di belakangnya orang Indonesia! Garmentnya oke 
ternyata di belakangnya orang Indonesia, Pariwisatanya? semuanya kalah dengan 
Indonesia, dan sebagian dari mereka yang pernah datang ke Indonesia memngakui 
itu dan mereka bilang ,"Yes, I intend to stay in Indonesia someday. Indonesia 
is my second home". UNiversiti2 yang bagus ternyata pendiri-pendirinya orang 
Indonesia juga! Dan mereka promo bahwa bahasa Inggris mereka oke? Sampai-sampai 
kita percaya pada promosi itu. Wuih, mereka banyak yang sesungguhnya ngga 
diterima di Uni-Uni di UK kalau lihat TOEFL dan IELTS tetapi pemerintah mereka 
memberikan bantuan keuangan dan rekomendasi dan meminta priviledge karena UK 
pernah menjajah mereka. Jadi memajukan negara-negara bekas jajahan ada dalam 
perjanjian itu.
   
  Saya juga amat bangga menjadi orang Indonesia, bu. Maka, itu saya amat takut 
negeri ini terpecah belah dan jatuh berkeping-keping. Bahkan jika ke Eropa 
teman-teman bule saya akan bilang, "I love Bali. It's amazing!" Padahal Bali 
hanya salah satu dari Pulau-pulau kita yang sangat indah....
   
  

niken_here <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya bangga ketika anak-anak Indonesia ternyata tidak kalah dengan
anak-anak dari bangsa lain. saya bangga ketika anak-anak Indonesia
berhasil meraih prestasi dunia dan mengharumkan nama bangsa di belahan
dunia lain. peraih nobel fisika, drumer cilik, pianis cilik, dan masih
banyak lagi.
tapi saya sakit hati ketika banyak orang yang mengatakan bahwa
sebenarnya anak Indonesia itu tidak pintar...mereka lemah dalam
menyerap suatu pembelajaran. hanya 30% saja yang bisa mereka serap
ketika sedang dalam proses belajar mengajar. apa benar begitu?
saya juga sakit hati ketika ada orang yang mengatakan bahwa pemenang
nobel fisika hanyalah sebuah kamuflase. karena sebenarnya gambaran
yang ada bahwa anak Indonesia ada juga yang pintar ternyata tidak
mewakili sepenuhnya gambaran anak-anak indonesia dalam bidang pendidikan.
lebih sakit hati lagi ketika anak-anak indonesia yang berbakat tidak
betul-betul diperhatikan oleh pemerintah...
apa benar begitu?

Kirim email ke