hehehehee.... bapak ini lucu juga. pernyataan sampeyan itu 100% betul. tetapi modifikasi cuaca juga tidak bekerja hanyd di batas2 DAS yg merupakan garis itu. DAS citarum itu sangat luas. kalau angin berhembus ke arah timur maka awan2 yg ada di pinggir timur DAS tidak bakalan diurusin. kecepatan angin juga diperhitungkan. jadi kalau anginnya berkecepatan sekian maka awan2 di mana yg layak diberi perlakuan. semuanya ada itung2annya pak. yg melakukan TMC itu bukan anak SD, tapi banyak master, bbrp doktor, dan ada juga profesor. masak sih untuk hal yg sepele itu saja tidak bisa mengitung... bahwa ada perubahan angin yang mendadak (spt telah saya sampaikan, dan inipun sangat jarang) ya mungkin saja hujannya akan jatuh keluar DAS. tapi prosentasenya kan sangat kecil. lagipula kalau hujan turun ke luar DAS memangnya kenapa? kecuali kalau memang ada peringatan bahwa di suatu daerah di sekitar DAS ada yg tidak boleh kejatuhan aiar hujan (misalya ada kebun tembakau yg hampir panen) maka kita akan ekstra hati2. dan kita sudah berpengalaman menangani hal2 spt ini.
kalau masalah tuhan ya saya pasrah. tapi bukan berarti kita tidak akan berobat kalau sedang sakit kan? toh tuhan bisa saja menghendaki apapun. begitu pak, mudah2an bisa memberikan gambaran yg lebih baik ttg TMC. sebuah pekerjaan yg bisa dipertanggungjawabkan. semuanya ada recordnya. rute penerbangan, kecepatan angin, keberadaan awan, dll. saya tidak keberatan jika suatu saat sampeyan ikut ke lapangan dan bareng2 naik pesawatnya. TMC jaman sekaran sudah jauh berbeda dg tahun 80an pak. terima kasih atas diskusinya yg sangat menarik ----- Original Message ---- From: rzain <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 15, 2007 7:21:28 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Hujan buatan di Jabar Uap air yang dimodifikasi yang toh akan turun juga tetapi dimana? Di mana Tuhan menghendaki. Perbatasan dua DAS hanya berupa garis, jadi bisa saja hujan TMC jatuh di DAS lain.
