Amin Rais termasuk orang tidak jujur, mengaku menerima uang dari Rokhmin setelah terungkap di pengadilan. Alasannya waktu terima sedang khilaf tidak ingat aturan, loh calon Presiden kok ingatannya pendek. Dia cuma politkus yang berubah ubah sesuai kondisi. Sekarang dia ingin muncul sebagai orang sedikit lebih jujur dari pesaingnya yang tidak jujur. Sayang terlambat, kalau saja dia mengaku sejak masih calon, yang pasti pernah dia ingat, dia bisa jadi calon tunggal kalau benar semua calon menerima uang dari Rokmin karena cuma dia yang mengembalikan. Nyalinya kecil.
--- In [email protected], kuncaraning sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Weleh-weleh.. pak Amin mau mencalonkan diri lagi > menjadi presiden RI untuk Pemilu medatang??? hah??? > nggak salah tuch?? apa ini juga bagian dari awal > kampanye beliau?? Udah 2 kali mencalonkan suaranya > terkumpul hanya kurang dari 7 persen??? boleh-boleh > azah.. tapi mbok kasih kesempatan pada generasi muda. > Boseeen yang mau itu-itu azah .. pastijuga nantinya > kompromis dan bagi-bagi duit. > > Pak Amin Rais ini bak bunglon, suka berubah-ubah.. > kadang kekiri kadang kekanan.. Katanya nasional dan > lintas agama dan ras eeeh ujung-ujungnya pemikiran > beliau rada radikal juga he he he > > Salam, > > Sari
