http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/21/utama/3541698.htm
======================

Jakarta, Kompas - Peringatan hari lahir ke-73 Gerakan Pemuda Anshor
Minggu (20/5) malam dihadiri sejumlah tokoh politik. Wakil Presiden
Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Ketua Umum DPP Partai
Persatuan Pembangunan Surya Dharma Ali ikut hadir. Ikut juga hadir
fungsionaris PDIP Taufik Kiemas dan Sekjen PDI Perjuangan Pramono
Anung. Sejumlah ulama juga hadir antara lain Ketua PB Nahdlatul Ulama
Said Agil Siradj, KH Idris Marzuki, dan KH Mas Subadar.

Ketua Umum GP Anshor Saifullah Yusuf yang baru saja diberhentikan
sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
memberikan sambutan hari lahir yang dirayakan bersamaan dengan
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Pemerintah saat ini harus didukung agar bisa menjalankan programnya
dengan sukses. Pasalnya, kesuksesan pemerintah akan berimplikasi
positif pada rakyat dan kegagalan pemerintah akan membuat rakyat
sengara. Itu sebabnya, Gerakan Pemuda Anshor akan mendukung pemerintah
dengan melakukan gerakan kerakyatan," ucapnya.

"Apa yang dikerjakan Anshor sekarang akan fokus pada gerakan
kerakyatan yang bisa langsung dirasakan. Apalagi, selama dua setengah
tahun lalu, saya banyak melihat kesabaran yang luar biasa dari rakyat,
ditengah perubahan yang lambat," ujar Saifulah.

GP Anshor, menurut Saifulah, tidak pernah melupakan komitmen
kebangsaannya. Itu sebabnya, Anshor dalam rapat koordinasi
nasionalnya, kembali menegaskan komitmennya tersebut. "Untuk, Anshor
juga meminta pemerintah untuk mempercepat upaya mengatasi krisis dan
segera menurunkan harga-harga yang sudah mempersulit kehidupan
rakyat," ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Said Agil mengingatkan, bahwa Islam mengajarkan
pada manusia untuk bisa memoderenkan dirinya. Disini, diperlukan
pengembangan peradaban manusia terus-menerus.

"Itu sebabnya, kita kalau mau dakwah berdakwah yang baik, menjadi umat
Islam yang wasathon apapun organisasinya," ujarnya.

Pramono mengatakan, kehadirannya dalam acara Anshor sebagai
silaturrahim yang akan memperluas pergaulan. Apalagi, PDIP akan
membuka diri pada semua pihak.

"Kami terbuka pada semua anak bangsa, dan kami biasa bertemua dengan
kelompok mana saja," ujarnya. (MAM) 

Kirim email ke