Mari kita melihat kasus mobil terjun ini dari dua sisi.
  Di Kompas diungkapkan, pengemudi (Ny. Rusli) baru belajar mengemudikan mobil 
selama 1 (satu) bulan.
   
  Bayangkan, baru belajar menyetir mobil sudah dilepas di medan yang berat, 
dengan tikungan-tikungan yang tajam, di lantai 6 pula.
  Kenapa bukan Pak Rusli, yang pasti lebih mahir menyetir, yang membawa mobil 
itu?
   
  Saya berpendapat, kecelakaan ini murni karena kelalaian manusia.  
Jangan hanya faktor keamanan gedung ITC Permata Hijau saja yang di-ekspose. 
Masyarakat hendaknya lebih berhati hati, jika belum mahir menyetir, jangan 
memaksakan diri, karena nyawa taruhannya.
   
  Salam.
  
Wielsma Baramuli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kasus-kasus seperti ini juga menunjukkan kegagalan negara melindungi 
rakyat. Mesti ada sanksi yang tegas dan berat terhadap pemilik sarana atau 
fasilitas umum yang mengabaikan sistem keselamatan bagi para pengguna sarana 
tersebut. Harus ditolak mitos yang menciptakan mentalitas fatalisitik bahwa 
nyawa orang Indonesia itu murah.

Salam,
wedekabe

Kirim email ke