Pak Paulus Yth.
Kalau boleh saya sedikit kasih komentar, secara pribadi saya yakin bahwa
bangsa kita mampu untuk mengembangkan teknologi nuklir, khususnya PLTN. Semua
orang tau bahwa setiap sesuatu itu pasti ada keuntungan dan kerugiannya,
tinggal bagaimana kita meminimalisir kerugiannya sehingga tidak menjadi beban
bagi bangsa ini.
Kalau dari kerugian dan bahaya, jelas nuklir itu sangat berbahaya dan
merugikan kita semua, jika kita tidak mengelola teknologi tersebut dengan
sebaik-baiknya, dan sudah tentu harus memperhatikan faktor keselamatannya.
Dan saya sangat yakin, para pekerja2 nuklir tidak akan sembrono dalam
memanfaatkan teknologi nuklir, sebab kalau salah sedikit saja mereka
mengelolanya, maka orang yang pertama terkena dampaknya adalah mereka sendiri.
Jelas mereka tidak mau melakukan hal bunuh diri dooong.
Jadi, saya pikir Pak Paulus jangan menyangkut pautkan kerja pemerintahan yang
ada sekarang dengan kebutuhan energi kita yang sekarang ini sangat mendesak.
Sebab dengan kondisi sekarang ini, siapapun yang memegang tampuk pemerintahan,
tetap saja yang namanya korupsi, kolosi dan nepotisme tidak mudah diberantas,
hatta (maaf) orang2 yang sekarang ini sering mengkritik pemerintahan yang ada
sekarang, jika kemudian mereka diberi kesempatan memegang tampuk pemerintahan,
saya sangat yakin, haqqul yaqin, tetap saja tidak jauh berbeda dengan yang ada
sekarang.
Salam
AR
Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Chairul,
Secara pribadi, saya yakin sekali kalau teknologi nuklir itu bagus. Tapi
anda yang belajar nuklir, pun mengatakan bahwa PLTN ada kerugian. Soal
perbandingan keuntungan dan kerugian, itu biarlah kita nilai belakangan.
Tapi apakah anda yang sekarang sedang belajar nuklir ini bisa menjabarkan
seluruh kerugian yang mungkin timbul ?
Atau mungkin anda memang tidak mau atau tidak mau tahu resikonya yang
penting anda bisa dapat kerja ? Maaf, saya tidak mau menyerang anda, tapi
dari semua orang yang katanya sedang belajar nuklir, semua cuma bilang PLTN
menguntungkan, lebih banyak keuntungan. Tapi tidak ada satupun yang
menjelaskan resikonya apa saja, dan apa penyebabnya, serta apa yang bisa
disebabkan. Apakah itu memang tidak dipelajari ?
1 gram uranium = 3 metrik ton batubara, ya ini memang tenaga yang sangat
dahsyat, Justru itulah yang kita khawatirkan. Saya tidak meragukan teknologi
dalam mengontrol tenaga ini.
tapi tenaga sebesar ini kan juga berarti resiko yang besar bila berada di
tangan yang salah.
Yang saya sangat tidak percaya adalah orang-orang di pemerintah Negara
Indonesia ini dalama mengelolanya. Tidak percaya kepada tanggung jawab
mereka akan keselamatan rakyat disekitar PLTN, tidak percaya bahwa tujuan
utama mereka untuk memberikan sumber tenaga listrik yang murah bagi
masyarakat. Apakah dengan dibangun PLTN lalu listrik akan turun harga ? Atau
justru nanti harga listrik dinaikkan lagi untuk menutupi biaya pembangunan
PLTN plus yang dikorupsi ?
( saya lebih percaya yang mereka kejar adalah semata-mata proyek besar =
untung besar untuk kantong pribadi )
Mengutip kalimat yang pernah dikeluarkan oleh Abraham Lincoln,
Nearly all men can stand adversity, but *if you really want to test* a man's
*character*, give him power.
"Hampir setiap manusia tahan terhadap kesusahan, tapi jika kamu mau menguji
karakter seseorang, berikan dia kekuasaan".
Dan nyatanya kita lihat dari orang-orang yang duduk di pemerintahan kita,
maupun yang duduk sebagai wakil rakyat. Hampir semuanya tidak lulus test
begitu memegang kekuasaan.
Karakter orang-orang yang memegang kekuasaan di negeri ini tidak ada yang
baik. Itulah pertimbangan utamanya.
Regards,
Paulus T