PERNYATAAN SIKAP


PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA (PRP)


 


Hentikan segera sikap tidak toleran terhadap kritik !!!


Kasus penyekapan mahasiswa harus diusut tuntas !!!


Realisasikan pendidikan murah, ilmiah, demokratis dan kerakyatan !!!


 


 


Salam rakyat pekerja,


 


Perguruan tinggi atau kampus yang
seharusnya menjadi tempat yang memunculkan orang-orang intelektual, kritis dan
demokratis, ternyata hanya menjadi isapan jempol. Represifitas kampus terhadap
mahasiswanya yang kritis dan mempertanyakan sesuatu yang tidak benar di dalam
kampusnya terjadi kembali di kampus Trisakti. Pada tanggal 21 Mei 2007 pukul
17.30 WIB, satpam kampus Trisakti “menyekap” 2 mahasiswa daari Gunadharma.


 


Hal ini bermula ketika di dalam
kampus Trisakti terjadi aksi sekelompok mahasiswa yang menamakan kelompoknya
Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Universitas Trisakti untuk menuntut perbaikan
fasilitas kampus. Aksi tersebut dilakukan ketika pada tanggal 5 April 2007
dilakukan forum komunikasi antara Dekan Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan
mahasiswa. Pada hari itu seorang mahasiswa yang berasal dari Fakultas Hukum
Trisakti berusaha membagikan selebaran dan mengumpulkan tanda tangan untuk
menuntut perbaikan fasilitas kampus. Namun hal tersebut diketahui oleh pihak
kampus dan mahasiswa tersebut diajukan ke Komisi Disiplin. Seharusnya kampus
yang merupakan pencetak calon intelektual-intelektula muda tidak alergi
terhadap hal itu. Bahkan sebenarnya kampus Trisakti merupakan salah satu kampus
perjuangan reformasi yang 9 tahun lalu menimbulkan 4 korban mahasiswa pejuang
reformasi.


 


Kemudian saat diadakannya sidang
komisi disiplin pada tanggal 21 Mei 2007, sekelompok mahasiswa yang menamakan
dirinya Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) melakukan aksi solidaritas terhadap 
seorang
mahasiswa yang diajukan ke komisi disiplin dan sekaligus mengajukan tuntutan
perbaikan fasilitas kampus. Pada saat itulah ketika utusan mahasiswa dari
Gunadharma datang untuk melakukan aksi solidaritas, mereka langsung ditangkap
oleh satpam Trisakti. Padahal sebenarnya tidak ada larangan bahwa mahasiswa
dari luar kampus Trisakti untuk datang ke kampus Trisakti. Namun mereka
ditangkap dan dituduh sebagai provokator aksi tersebut.


 


Kedua mahasiswa Gunadharma
tersebut sempat disekap selama 8 jam oleh pihak otorita kampus. Alasan 
penyekapan
tersebut menurut pihak otorita kampus adalah untuk meminta keterangan dari
kedua mahasiswa tersebut. Namun sebenarnya tindakan otoriter yang ditunjukkan
oleh pihak kampus Trisakti merupakan ancaman bagi keberlangsungan demokrasi di 
Indonesia.
Pengekangan terhadap aspirasi, kehendak dan kritik sudah seharusnya tidak
dilakukan oleh kampus yang merupakan tempat ilmiah untuk memperdebatkan sesuatu
hal. 


 


Ketakutan pihak kampus terhadap
penyampian aspirasi, kehendak dan kritik sebenarnya bukan hal yang aneh di
kebudayaan Indonesia.
Di pabrik, pemerintahan, balai desa, dan yang lainnya hal yang serupa sering
terjadi ketika rakyat hendak menyampaikan aspirasi dan kritiknya terhadap suatu
hal, kemudian direpresi dengan kekuatan penguasa. Budaya tersebut sudah 
seharusnya
dihilangkan dari peradaban budaya Indonesia, karena jelas Indonesia tidak akan
maju bila para pemimpinnya masih tidak mau mendengar atau bahkan “alergi”
terhadap aspirasi dan kritik dari rakyatnya.


 


Maka dari itu kami dari
Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:


Mengecam tindakan otoriter yang dilakukan oleh pihak
     otorita kampus Trisakti terhadap mahasiswa yang ingin menyampaikan
     aspirasinya dan kritiknya.Tindakan penyekapan dua mahasiswa Gunadharma di 
dalam
     kampus Trisakti harus diusut tuntas oleh pihak Kepolisian, karena hal ini
     jelas telah melanggar Hak Asasi Manusia untuk bebas menyampaikan
     pendapatnya.Mendukung perjuangan kawan-kawan mahasiswa untuk
     menuntut perbaikan fasilitas kampus dan demokratisasi di dalam 
kampus.Mengajak seluruh elemen gerakan rakyat mulai dari
     buruh, petani, mahasiswa, dan rakyat miskin kota
     untuk membentuk perlawanan rakyat pekerja multisektor yang memperjuangkan
     kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat Indonesia.

 


 


Jakarta, 24 Mei 2007


Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja


 


 


Sekretaris Jenderal


 


 


 


 


    Irwansyah


 
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja 
JL Dr Sahardjo No 115 B Ungu
Manggarai, Jakarta Selatan
 
Phone: (021) 93094075
Email: [EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]
Weblog: rakyatpekerja.blogspot.com





       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

[Non-text portions of this message have been removed]



=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:

1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke