begitu teganya aparat republik ini, bagaimana kalau musibah itu terjadi bagi
keluarga mereka...sudah hilangkan nurani bangsa yang katanya lemah lembut,
murah senyum, ramah, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto
raharjo...tapi nyatanya.......?? hati saya bisa berucap "Haram Jadah...!!!"

Salam

Pitho

Pada tanggal 28/05/07, Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
>
>   Memang keterlaluan bangsa kita yang tidak mempertimbangkan rasa keadilan
> dan perikemanusiaan. Contohnya bangsa eropa yang dikenal dengan zakelijk nya
> masih memberikan kesempatan kepada tahanan untuk pulang dan melakukan acara2
> keluarga perpisahan dengan istri atau suami yang meninggal selama yang
> bersangkutan ditahan di bui dan tidak sebaliknya jenazah yang dibawa ke bui.
> Aturan mana sih yang me legal kan situasi seperti ini. Apakah ini aturan
> baru jaksa agung yang terhormat yang baru dilantik dalam resufle kabinet
> yang naik kejenjang kursi empuk dengan menginjak injak hak azasi manusia2
> yang tidak punya kekuatan politik. Yang punya kekuatan politikpun masih di
> diskriminasi. Tolonglah bapak2 serta ibu2 para pejabat negara. Jabatan
> kalian tidak kekal dan jangan mengambil kesempatan dalam situasi kesukaran
> masyarakat membela diri. Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, dan
> semoga tidak terjadi lagi dikemudian hari. Pejabat2 kita sudah nggak punya
> rasa perikemanusiaan
> sampai2 istri meninggalpun masih di diskriminasi. Kepada keluarga korban
> saya turut berduka cita.
> Salam prihatiiiiin banget.
> BS

Kirim email ke