Nggak heran, jika merunut waktu kebelakang tahun 2002, kasus ini akan lebih menyakitkan lagi, perumahan kaum miskin kota disepanjang kali angke dibakar dan sisanya digusur beberapa kali bersamaan dengan banjir besar yang melanda jakarta, ribuan warga miskin terlempar dari komunitasnya. Sutiyoso dengan aparatnya beralasan bahwa itu jalur hijau dan perumahan kumuh itu menyebabkan banjir?!....Lima tahun kemudian bantaran kali sudah bersih tapi banjir besar tetap melanda Jakarta dan dibangun pula apartemen teluk Intan di bekas lokasi penggusuran. Tampaknya sudah terjadi perselingkuhan antara kekuatan politik dengan kekuatan modal.......!!
Lima tahun yang lalu kami sdh dengar akan dibangun sebuah apartemen disana oleh "TW" tapi dibantah habis2habisan oleh Pemda maupun oleh Group AG..kenyataan sekarang......rakyat yang lebih berhak atas tanah dan air negeri ini dikibulin! Nicko firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear All, Beberapa waktu yang lalu santer diberitakan di Kompas mengenai pembangunan Apartemen Teluk Intan 2 di Tanggul Jagung, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, di tepi Banjir Kanal Barat, Jakarta Utara, yang tidak sesuai dengan rencana kota.(Kompas, 1 Mei 2007) Info terakhir sudah ada inspeksi lapangan dari Dinas Tata Kota untuk mengadakan verifikasi sejauh mana pelanggaranya. Namun sampai sekarang belum jelas hasil verifikasinya separti apa? dan yang jelas justru pembangunan apartemen jalan terus dan tidak ada sanksi bagi pemrakarsa proyek pembangunan. Akankah kita biarkan tata ruang kota Jakarta diacak-acak oleh pemilik modal untuk kesekian kalinya? TIDAK! kita harus kembali merapatkan barisan untuk melawanya... Salam, Firdaus
