Mas Djoko,
Artikel anda sangat sarat dgn pengetahuan, menambah
wawasan. Saya sangat berharap agar Garuda kembali ke
masa jayanya. 

iz
--- Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Oleh F Djoko Poerwoko
>
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/31/opini/3563407.htm
> ======================
> 
> "Ik ben Garoeda,Vishnoe's vogel, die zijn vleugels
> uitsland hoog hoven
> Uw cilanden …".
> 
> Kalimat tersebut adalah baris pertama sajak gubahan
> RM Noto Soeroto
> yang dijadikan inspirasi bagi Bung Karno saat
> dimintai pendapat
> tentang nama perusahaan penerbangan yang akan
> diperolehnya
> pasca-Konferensi Meja Bundar.
> 
> Raden Mas Noto Soeroto (1888-1951) adalah cucu Paku
> Alam V. Ia lama
> hidup di Den Haag dan merupakan salah satu Pujangga
> Baru seangkatan
> dengan Armyn Pane. Sebagai Ketua Perhimpunan
> Indonesia di Belanda
> tahun 1922, banyak karya yang dihasilkan di
> antaranya Geboortejaar
> Raden Saleh (1913), Melatiknoppen (1915), dan
> Wayang-liederan (1920).
> Dalam sajak terakhir inilah terdapat kalimat tentang
> cerita burung
> Garuda yang gagah perkasa.
> 
> Garuda yang merupakan kendaraan Dewa Wishnu tersebut
> dapat
> membentangkan sayapnya terbang tinggi di atas
> kepulauan Nusantara.
> Dari situlah awal nama perusahaan penerbangan Garuda
> Indonesia
> Airways, sedangkan nama Wishnu kerap dipakai sebagai
> nick name
> Presiden dalam lingkungan kemiliteran hingga kini.
> 
> Juga bukan secara kebetulan kalau pada 28 Desember
> 1949 Bung Karno dan
> rombongan naik pesawat Garuda nomor lambung PK-DPD
> dalam penerbangan
> dari Maguwo (kini Adisutjipto, Yogyakarta) ke
> Kemayoran (Jakarta).
> 
> Dengan demikian, penumpang perdana bagi Garuda
> Indonesia Airways
> adalah Presiden pertama Indonesia, yaitu Bung Karno,
> untuk kembali
> berkantor di Jakarta setelah sekian lama memimpin
> republik ini dari
> ibu kota perjuangan di Yogyakarta.
> 
> Saat kunjungan pertama kali ke luar negeri, Presiden
> dan rombongan
> tetap memakai Garuda. Kala itu Bung Karno dan Ibu
> Negara, Fatmawati,
> mendapat undangan dari Perdana Menteri India Nehru
> untuk merayakan
> India menjadi republik, pada 26 Januari 1950.
> Mengingat belum ada
> orang Indonesia yang memiliki kualifikasi sebagai
> kapten pesawat DC-3,
> maka pesawat PK-DPD tetap dipiloti oleh MS Rab,
> warga negara Belanda
> yang sehari-hari sebagai Chef Vliegdienast Garuda.
> 
> Seakan antara Garuda dan Presiden terjalin hubungan
> emosional yang
> erat, ke mana Presiden pergi, pastilah memakai
> pesawat Garuda. Kecuali
> sewaktu Bung Karno keliling dunia dan Garuda belum
> mampu menyediakan
> pesawat yang dapat terbang jauh sehingga pemerintah
> pun men-charter
> pesawat B707 dari maskapai Pan Amerika dengan awak
> kabin tetap dari
> Garuda.
> 
> Kebanggaan Presiden juga terlihat ketika Garuda
> membeli pesawat
> terbesar di dunia jenis B747-200. Presiden (waktu
> itu Soeharto) sempat
> melakukan joy flight keliling Pulau Jawa.
> Penerbangan yang dilakukan
> bersama ibu Tien Soeharto (almarhumah) dengan
> pesawat PK-GSA City of
> Jakarta pada 6 Agustus 1980 itu dikawal oleh empat
> pesawat F-5
> Tiger-II dan empat pesawat A-4 Skyhawk, dua jenis
> pesawat tempur
> terbaru yang dioperasikan TNI AU.
> 
> Sebagai pesawat kepresidenan, Garuda terus
> meningkatkan pelayanan,
> baik perawatan pesawat ataupun kemampuan awak
> pesawatnya. Hal tersebut
> terlihat pada sertifikasi Garuda yang memperoleh
> ETOPS-180 (Extended
> Twin-engine Operational untuk 180 menit) dan
> tertuang pada Basic
> Operational Manual Garuda pada Annex-3.4. Penentuan
> ini berpedoman
> pada ETOPS design eligibility and capability bagi
> pesawat Airbus-330
> Garuda dan telah mendapat persetujuan dari
> Direktorat Sertifikasi
> Kelaikan Udara Indonesia.
> 
> Kualifikasi kelas dunia ini menjamin akan
> keselamatan yang diakui bagi
> Airbus-330 milik Garuda. Meskipun hanya dilengkapi
> dengan dua mesin
> (twin-engine), pesawat ini tetap diizinkan terbang
> selama tiga jam
> dengan single engine sesuatu yang langka bagi
> maskapai lain. Dengan
> demikian, tidak salah manakala Presiden melawat ke
> luar negeri
> mempergunakan A330 Garuda Indonesia.
> 
> Penerbangan kelas dua
> 
> Saat ini Presiden harus menahan diri untuk tidak
> terbang dengan Garuda
> sebagai dampak penilaian yang menempatkan perusahaan
> ini dalam lapis
> kedua. Rakyat sangat tidak rela kalau presidennya
> naik pesawat yang
> tidak dijamin keselamatan terbangnya. Terbukti dalam
> kunjungan kerja
> ke daerah saat ini beliau kembali mempergunakan
> pesawat kepresidenan
> Avro RJ-85, jenis pesawat VVIP buatan British
> Aerospace yang telah
> dioperasikan sejak tahun 1995.
> 
> Kualifikasi yang dikeluarkan pemerintah dengan
> menempatkan Garuda
> bersama dengan dua belas maskapai lain masuk
> peringkat kedua
> menjadikan turunnya kemampuan yang selama ini telah
> didapatnya. Sangat
> ironi memang, pengakuan ketidakselamatan terbang
> justru datang dari
> kita sendiri.
> 
> Penempatan pada lapis kedua bagi Garuda ini
> berdampak pada keluarnya
> travel warning dari beberapa negara, termasuk negara
> yang berpengaruh
> di bidang penerbangan, yaitu Amerika Serikat. Namun,
> dengan lantangnya
> kita justru menjawab bahwa travel warning tersebut
> sangat tidak
> berpengaruh pada penjualan tiket pesawat, korelasi
> yang tidak ada
> hubungannya dengan keselamatan terbang.
> 
> Kita percaya bulan depan Garuda pasti naik kelas,
> diikuti beberapa
> maskapai yang layak, setelah selama tiga bulan
> (sejak 20 Maret 2007)
> harus berada pada lapis kedua. Bila tidak, mungkin
> beberapa travel
> warning akan bermunculan lagi atau bahkan mungkin
> ditolaknya maskapai
> nasional kita mendarat di bandara internasional
> negara tetangga.
> 
> Lalu, dengan apa bila sang Wishnu berkehendak untuk
> melanglang buana…?
> "Ik ben Garoeda,Vishnoe's vogel…" kata Noto Soeroto,
> seorang pujangga
> dari Jawa yang sangat kesohor sebelum kemerdekaan.
> 
> F Djoko Poerwoko Pemerhati Penerbangan 
> 
> 



 
____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling? 
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke