Di australia juga banyak yang tidak terbuka pak. Kalo operasi intel australia dan cia pas indonesia masuk timtim dibuka bakalan lebih gempar lagi. Bagaimana bantuan opersi berupa data intelejen, taktik dan perlengakapan dari negra lain waktu itu. Rakyat australia nanti malah menyalahkan pemerintah yang berkuasa waktu itu. Orang kadang lupa dulu waktu indonesia masuk timtim masih ada perang dingin. Harus dihitung pula siapa yang memberi bantuan ke fretelin waktu itu. Saya mengira dengan alasan ini xanana tidak mau dibawa ke pbb.
regards On 6/2/07, Ignas Iryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Banyak hal yang tidak terbuka tentang berbagai peristiwa di Indonesia. > Bisa saja terjadi bahwa informasi yang dimiliki oleh pengadilan Australia > atau NSW lebih lengkap dari Indonesia. Sutiyoso sendiri ketika membantah > bahwa dia tidak terlibat dengan peristiwa Balibo, juga tetap tidak bersedia > mengungkapkan dimana posisi dia waktu itu dengan pasukannya. Aneh juga ! > Rahasia militer ? Rahasia negara ? > > Bukan rahasia lagi bahwa para elit kita tidak pernah memiliki keberanian > moral untuk membukanya, mengakuinya dan belajar dari kesalahan > tersebut..juga memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk belajar dari > kesalahan tersebut. Akhirnya kita menjadi bangsa yang hipokrit, berlagak > tidak terjadi apa-apa dan berupaya untuk terus "memajukan" bangsa ini > seperti biasanya. Kebohongan, kepalsuan, penipuan menjadi dasar dari > bangunan negara....ini .tidak akan pernah berhasil !!!! Jika kita tetap > begini, kita pasti hancur suatu saat nanti. ( note:Saya teringat pesan > seseorang: Keberanian fisik (memukul orang, menembak orang) walaupun untuk > mempertahankan diri adalah keberanian level terendah, keberanian membela > kebenaran (jadi aktivis HAM, bela orang lemah dll) adalah keberanian level > menengah dan keberanian tertinggi adalah keberanian mengakui kesalahan kita > sendiri. ) > > Kasus Timor Timur (Timor Leste) dipaksa dibuka karena dunia internasional > sudah masuk sangat jauh. KKP yang diketuai Benyamin Mangkudilaga hanyalah > trik Indonesia, dengan menyogok Xanana cs agar PBB tidak masuk terlalu jauh. > Argumennya: ini persoalan kami dua negara dan kami siap untuk > menyelsaikannya sendiri tanpa campur tangan luar. Teman teman LSM > yangmengikuti kerja KKP menemukan bahwa keterangan2 yang diberikan adalah > keterangan2 palsu atau paling tidak, tidak lengkap. banyak yang menduga: KKP > akan gagal. PBB, Komisi Hamnya atau Mahkamah Internasional kemungkinan akan > masuk lagi jika KKP ini gagal.
