Salam,
Saya dengar kebiasaan TNI berperang dan membunuh musuh hanya dengan 
peluru PANTUL. Jadi mereka tidak berhadapan dengan musuh tetapi 
membelakangani.Apa alasannya saya tidak tahu tetapi terbukti di 
peperangan Timor Timur dimana jumlah TNI lebih dari 10 kali lebih 
banyak, dengan pelengkapan super lengkap bantuan Amerika, tetapi 
gerilya Fretelin masih tetap ada sampai TNI  mundur dari TIMTIM.
Jangan pula beranggapan bahwa Belanda mundur dari Yogya haya karena 
JANUR KUNINGNYA Suharto, tetapi karena ancaman Amerika untuk 
mencabut Marshall Plan untuk negeri Belanda. Dan jangan mengira 
bahwa Belanda lari tunggal langgang dari Papua, karena operasi 
Mandala, tetapi karena desakan PBB.Stop! jangan mengejek TNI,dan 
harus tetap OBYEKTIF, karena TNI juga berhasil memberantas DARUL 
ISLAM,Kartosuwiryo,PRRI/PERMESTA dan banyak orang PKI yang 
tidak/kurang sekali bersenjata.
Wasalam,
Wal Suparmo


--- In [email protected], Haniwar Syarif 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sebenarnya dalam wawancara TV , Panglima AL bilang menanggapi yang 
> nggakpercaya bhw peluru pantul bisa membunuh, jela s mengatakan.. 
peluru 
> pantul itu bisa sama mematikannya dengan peluru yg ditembakkan 
langsung..
> 
> Jadi... dia tahu itu  bahaya.. dan tentunya tentara lain juga 
tahu..
> 
> 
> Lalu... yaitu ... sudah tahu .. masih melakukan juga... kan 
namanya... 
> pembunuh rakyat kalau bukan IQ jongkok.
> 
> 
> Salam
> 
> Haniwar
> 
>

Kirim email ke