Rakyat menangis sedih dan pilu. Petani gurem di Pasuruan untuk
mempertahankan tanah di negeri yang merdeka harus berhadapan dengan
moncong senjata yang uang dari rakyat. Mengapa petani miskin harus
kalah dan disalahkan. Apakah negeri ini hanya dimiliki oleh PENGUASA
dan PENGUSAHA. Apakah TNI AL milik pengusaha perkebunan?

salam

yudi

--- In [email protected], ajud ajudri
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam Rekan FPK
>
> Hare Gene ada tentara nembak rakyatnya. Jawabnya tentu tidak
ada...pasti dengan keyakinan penuh.
>
> Kita sebagai sebangsa setanah air tentu prihatin dengan kejadian di
Pasuruan. Namun kita juga harus bisa memberikan kontribusi yg
menyejukan, bukan malah asal ngomong tanpa dasar. Seolah menjadi
bagian saat peristiwa itu terjadi.
>
> Kita juga perlu memahami begitu beringasnya masyarakat kita saat
ini. Lihat saja saat kejadian di Papua, betapa mereka tanpa ada rasa
perikemanusiaan memecah kepala seorang Polisi. Harmonisasi dalam
tatanan kehidupan kita memang telah hilang entah kemana. Yang ada
hanya kekerasan.
>
> Selain bersimpati dengan para korban, saya juga turut prihatin
dengan para perajurit dan keluarganya. Saya paham betul bagaimana
kehidupan para prajurit kita. Mereka juga manusia yg tentu memiliki
rasa takut juga akan amuk masa yg tak terkendali. Kalau secara replek
mereka menarik pelatuk tentu itu sangat berbeda dg mereka menarik
pelatuk untuk melawan musuh atau gerombolan. Semuanya pastilah dalam
keadaan sangat terdesak.
>
> Kita juga tak bisa mempungkiri bahwa Pasuruan terkenal dengan
daerah tapal kuda, daerah dengan karakter masyarakat yg gampang
tersulut amarahnya.
>
> Semoga kita tak berkepanjangan saling hujat dan caci maki yang tak
bermanfaat. Toh proses hukumnya juga berjalan.
>
> Salam hangat, semoga keluarga para perajurit dapat tabah dengan
kejadian ini. Yakinlah mereka bukan pembunuh saudaranya sendiri.

Kirim email ke